Mungkin kita sering bertanya tentang wujud kehidupan setelah kehidupan di dunia ini. Dalam Injil, Yesus berbicara tentang kebangkitan. Bukan hal yang harus diperdebatkan lagi, melainkan hal itu sudah pasti ada, bahkan Yesus sendiri disebut sebagai yang sulung dari semua orang yang mengalami kebangkitan. Karena itu, kita diajak untuk dekat dan bersatu dengan Allah. Tugas kita adalah berjuang untuk hidup sebaik-baiknya, menjalankan sabda Tuhan dengan penuh sukacita, dan taat terhadap kehendak-Nya. Kita senantiasa berharap, karena belas kasih dan kerahiman Tuhan, kita diperbolehkan mengalami hidup kekal.
Hidup kita sebagai orang beriman sepenuhnya untuk Kristus yang telah menjamin keselamatan kita, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Pernyataan Yesus semestinya dapat menjelaskan hal ini, “Mereka tidak dapat mati lagi, sebab mereka sama seperti Malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, yang telah dibangkitkan.” Terasa sangat membuat jiwa ini nyaman dan menentramkan hati yang mau percaya pada-Nya.
Bagi kita, orang-orang yang mengimani Yesus, Allah yang kita imani adalah Allah yang Yesus wartakan, yaitu Allah Yang Hidup. Dalam Dia ada kehidupan serta asal dan tujuan hidup kita.
“Ya, Tuhan, keraguan intelektual sering kali mengganggu kehidupan rohani kami. Mampukan kami jadi pribadi yang mengikuti tuntunan Roh-Mu sehingga kami dapat memahami ajaran-Mu tentang kebangkitan dan kehidupan kekal. Amin.”
…
Ziarah Batin

