“Jika orang bilang, bahwa hidup tanpa konflik itu suatu keniscayaan, alias mustahil. Sesungguhnya orang itu sedang sakit.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Maaf, jangan tersinggung dan sakit hati. Lebih bijak, kita berpikir jernih sebelum bicara agar kita tidak malu sendiri.
Sesungguhnya, apa pun konfliknya itu datang dari si jahat. Hal ini harus dicermati dengan seksama. Konflik itu harus dijauhi dan dihindari. Jika hal itu terjadi hendaknya segera diatasi, diselesaikan dengan baik agar tidak berlarut-larut. Karena konflik itu sumber penyakit, derita, dan sengsara.
Karena tidak mau berkonflik dengan siapa pun, saya lebih senang untuk tukar pikiran, berdiskusi dari hati ke hati. Tujuannya untuk menghindari slek, gesekan, atau berselisih. Tapi untuk pencerahan pikiran dan pengembangan diri!
Ketika lawan bicara merasa lebih mumpuni segalanya dari saya, ya, lebih baik disenyumi atau di-iya-i untuk menyenangkan hatinya.
Ketika lawan bicara mulai emosi, ya, tidak perlu ditanggapi. Lebih baik mengalah. Karena mengalah itu tidak berarti kalah atau salah, tapi kita belajar rendah hati.
Ketika kita mampu merendahkan hati serendah-rendahnya, konflik itu tidak bakal terpercik api, tersulut, membakar, dan meluluh-lantakkan jiwa.
Sesungguhnya, apa pun konfliknya itu rugikan diri sendiri, orang lain, bahkan bisa berefek nan dahsyat di dunia ini. Coba cermati dengan bijak akibat konflik kepentingan, politik, hingga konflik antar negara itu. Negara hancur, penderitaan, kesengsaraan nan panjang, dan hidup tiada damai.
Jelas dan teramat jelas, konflik yang datang dari si jahat itu dapat dijinakkan, ketika kita mau rendah hati untuk mengedepankan kasih. Hidup saling mengasihi sebagai landasan bermasyarakat.
Ketika pijakan hidup kita didasari kasih dan saling mengasihi, mungkinkah terjadi perselisihan dan konflik?
Karena kasih itu lemah lembut, saling memaafkan, dan murah hati.
Sesungguhnya, apa pun konfliknya itu datangnya dari si jahat. Tapi hati yang mengasihi sumbernya dari Allah.
Hendaknya kita saling mengasihi, dan bahagia!
…
Mas Redjo

