“Tidak masuk akal! Mustahil!”
…
| Red-Joss.com | Komentar sinisme. Meremehkan. Bisa juga itu cerminan diri sendiri. Tidak mungkin, orang yang hidup itu tanpa konflik! Apalagi konflik dengan diri sendiri.
Ya, tidak hantam kromo seperti itu. Menilai orang lain dari kacamata ‘dewek’.
Segala jenis usaha dan hidup yang tanpa tujuan pasti itu tidak memiliki arah yang jelas. Karena semua itu dikerjakan asal-asalan. Sehingga “mati segan hidup pun enggan.”
Coba berani untuk realitis! Hidup saling mengasihi (Mat 22: 39).
Ketika hidup ini berorientasi saling mengasihi, kita diajak, diajar, dan dituntut untuk mewujudkan niat itu dengan kesungguhan hati. Mohon juga berkat Allah agar segala usaha dan perkerjaan kita diberkati-Nya.
Karena sesungguhnya orang yang berkonflik itu menyimpang dari perilaku hidup Kristiani.
Coba ditelaah dengan bijak. Bahwa segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah itu hendaklah dibuang dari antara kita, demikian pula segala kejahatan” (Efesus 4: 31).
Kita diajak untuk mengendalikan diri agar jadi pribadi yang rendah hati, sabar, dan memahami orang lain.
Apa pun konfliknya itu merugikan diri sendiri dan orang lain.
Ketimbang berkonflik, lebih bijak kita refleksi diri. Dengan mengasihi sesama, kita jadi rendah hati untuk meneladani Tuhan Yesus yang kita percayai dan imani.
Dengan saling mengasihi (Yoh 13: 34), kita hidup damai dan harmonis dengan sesama (Rom 15: 5).
Dengan mengatasi perbedaan (2 Kor 13: 11), kita bersikap sabar, ramah dan berhati lembut terhadap sesama (1 Kor 13: 4).
Dengan memperhatikan kebutuhan orang lain terlebih dulu (Filipi 2: 3), kita menanggung beban sesama (Efesus 4: 2), dan bersukacita dalam kebenaran (1 Kor 13: 6).
Tuhan Yesus bahkan mengajarkan pada kita untuk mengasihi mereka yang memusuhi (Mat 5: 44).
Hidup damai sejahtera dan bahagia dalam kasih-Nya.
…
Mas Redjo

