“Less care about what people think.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Kalau ada yang ditambahkan, harus ada yang dikurangi. Prinsip ini tepat untuk zaman now. Apa yang harus dikurangi adalah ‘less care about what people think’ – Berani mengurangi kekhawatiran akan opini orang lain. Misal saat kita nge-post foto, tik tok, wising, atau video di media sosial. Kita membuat caption, kemudian 1 jam dicek lagi. Ketika tidak ada yang like dan komen, apa yang kita lakukan? Ada yang langsung menghapus, ngecek data, bahkan ada yang langsung menghubungi temen dan menanyakan, apa sudah melihat postingannya, atau minta tolong dikomentari. Respon kita itu menunjukan kedewasaan.
“Sometimes people the just care too much about what other people think.” Kadang kita itu peduli sekali dengan perkataan orang lain. Tapi ingat, kita ini bukan siapa-siapa, masih berada di bawah, orang lain yang komentar dan mentertawakan. Kita diremehkan, dihina, dan direndahkan. Ketika berada di tengah, rata-rata, orang lain pun komentar dan kita dicuekin. Bahkan ketika kita sukses, orang lain juga tetap komentar, cari kesalahan, iri, dan dijahati.
Sesungguhnya, di mana pun posisi dan keberadaan kita, baik di bawah, di tengah, atau sukses, komentar dan nyinyiran itu selalu ada. Tetap ada yang suka, benci, dan komentar negatif.
Stop! Jangan pusing dengan perkataan, komentar, dan nyinyiran orang lain. Lebih baik disikapi dengan bijak. Hidup itu jangan banyak drama. Hidup itu mempunyai dramanya sendiri dan tidak usah ditambahi. Kekhawatiran itu yang menghambat untuk meraih impian. Takut komentar, nyinyiran, dan ditertawakan orang lain. Kita takut gagal.
Ubah ketakutan itu jadi kekuatan dan kekhawatiran itu jadi percaya diri agar kita optimis untuk menyongsong masa depan. Lakukan tiga hal ini untuk membuat mimpi jadi nyata:
Pertama: Perbanyak usaha. Hidup itu jangan banyak drama, tapi banyak usaha. Kerja keras dan mau berproses akan mendekatkan kita pada sukses. Ingat setiap keringat dan tetesan air mata itu tidak pernah jatuh sia-sia. Teruslah berusaha dan kurangi kekhawatiran dengan komentar sesama.
Kedua: Perbanyak syukur dan terima kasih. Terima kasih untuk pengembangkan talenta, dan rasa syukur itu mendatangkan rezeki.
Ketiga: Perbanyak doa. Sukses dan rezeki itu urusan Yang Kuasa. Kita yang mencoba, berjuang dan berusaha. Dengan berdoa itu akan mengubah segalanya. Yang imposible jadi posible, yang mustahil jadi mujizat, yang awalnya mimpi jadi nyata. Itulah kekuatan doa, bukan hanya penuh berkat di dunia, tapi bahagia di Surga.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

