“Di tepi Sungai Yordan, langit terbuka. Roh Kudus turun. Suara Bapa bergema di atas air. Di sana, kita mengenal siapa Yesus, dan siapa kita di dalam Dia.”
Allah Yang Maha Rahim, kami bersyukur atas misteri Baptisan: gerbang lembut namun penuh kuasa yang membawa kami masuk ke dalam hidup-Mu sendiri.
Melalui Nabi Yesaya, Allah telah menjanjikan, “Hamba pilihan-Mu, yang Engkau pegang tangan-Nya, yang dipenuhi Roh-Nya, menegakkan keadilan bukan dengan kekerasan, melainkan dengan kesetiaan dan kasih. Dalam Yesus, janji itu digenapi.”
Ketika Yesus melangkah ke Sungai Yordan, Ia melakukannya bukan karena Ia butuh pertobatan, melainkan karena Ia memilih untuk melaksanakan kehendak-Nya yang kudus. Ia memasuki air dunia pendosa demi kami untuk memikul kehancuran kami, untuk menguduskan kemanusiaan kami, dan untuk menyatakan tidak terselaminya kedalaman kasih-Nya yang menyelamatkan.
Saat Ia ke luar dari air, langit pun terbuka. Roh Kudus turun ke atas-Nya seperti burung merpati, seperti masa awal penciptaan, ketika Roh-Mu melayang di atas air dan menciptakan kehidupan baru.
Suara-Mu, ya, Bapa, bergemuruh di atas air, seperti dilantunkan oleh Mazmur: “Suara Tuhan di atas air, suara Tuhan penuh kekuatan dan kemuliaan.” Saat itu, Engkau nyatakan Yesus sebagai Putra-Mu yang terkasih, yang berkenan di hati-Mu.
Melalui Dia, Engkau curahkan Roh-Mu kepada semua orang, tanpa memandang latar belakang atau bangsa. Seperti disaksikan oleh Petrus, Yesus Kristus yang diurapi dengan Roh Kudus dan kuasa itu jadi sumber pencurahan Roh bagi Israel maupun bangsa-bangsa lain.
Dalam Baptisan, kami ditarik ke luar dari dunia lama dan dilahirkan kembali sebagai ciptaan baru. Kami dibasuh oleh air, diurapi oleh Roh Kudus, dan diangkat jadi anak-anak-Mu oleh rahmat. Kami sungguh jadi orang Kristen yang diurapi dan hidup dari Roh yang sama.
Ya, Bapa, tolonglah kami setia pada identitas ini. Bentuklah hati kami
agar semakin serupa dengan Putra-Mu: lembut, taat, dan penuh kasih. Semoga hidup kami memuliakan nama-Mu, hingga Engkau berkenan memandang kami dan berkata: “Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepadanya Aku berkenan.”
Demi Kristus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

