Seorang remaja baru saja jadi yatim piatu. Bapak dan Ibunya meninggal dunia berturut-turut tahun lalu dan pertengahan tahun ini. Pada saat banyak orang datang melayat Ibunya, mereka mengungkapkan kesedihan dan menangis dalam haru.
Remaja itu tenang dan menyambut setiap orang yang datang. Berapa orang bertanya, mengapa ia tidak kelihatan sedih dan menangis. Ia menjawab, bahwa ia hanya menangis pada saat-saat awal kematian. Setelah itu ia merasa damai dan penuh optimisme. Ia percaya Ibunya akan bertemu Bapaknya di Surga.
Keyakinan orang muda ini, bahwa Ibu dan Bapaknya hidup kembali di Surga pasti tidak dipercayai orang-orang Saduki yang disebutkan dalam bacaan Injil. Mereka tidak percaya akan kebangkitan badan, demikian juga keberadaan Surga. Mereka juga tidak percaya adanya Malaikat-malaikat. Mereka hanya percaya, bahwa Surga itu adalah rasa gembira dan kepuasan dunia ini.
Apakah anggapan, bahwa tidak ada kebangkitan badan dan tidak adanya Surga masih ada di sekitar kita?
Kita yang tekun mengikuti iman yang otentik, tentu tidak termasuk kategori itu. Kita juga tidak ingin mengambil risiko untuk memaksakan diri masuk dalam kelompok orang-orang yang tidak percaya akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal.
Di balik risiko itu ialah, suatu nasib seperti orang yang bertemu jalan buntu, setelah melalui liku-liku hidup di dunia ini. Akhir dari semua itu hanyalah kematian dan tidak ada yang lain. Kalau akhir atau ujungnya adalah kematian, konsekuensinya ialah semangat hidup dan fokus orang-orang itu hanya untuk menikmati dunia ini dengan segala macam cara dan situasinya. Karena setelah dari dunia ini tak ada apa-apa lagi yang akan dinikmati.
Misalnya tentang kawin dan hidup berkeluarga. Akhir hidup di dunia ini adalah kematian. Namun kehidupan baru akan berlanjut di dalam kebangkitan sebagai para roh, yang hidupnya sebagai saudara-saudari sesama anak Tuhan yang sudah tidak perlu lagi hidup seperti di dunia. Roh tidak bisa kawin, yang kawin adalah badan. Kita hanya perlu mempersiapkan diri untuk menyambut kematian dan kebangkitan. Masing-masing dari kita harus pertama-tama yakin, lalu kita meyakinkan orang lain dengan keyakinan yang sangat utama ini.
Jika ada yang penasaran kehidupan setelah mati itu seperti apa, jawaban satu-satunya yang pasti ialah Yesus, karena hanya Dia yang telah kembali dari kematian. Kita hanya perlu mendengarkan dan mengikuti Dia.
Marilah kita berdoa agar Bapa… Allah Maha Pengasih mengkuatkan iman kami akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal yang selalu kami rindukan dan doakan. Amin
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas Salesians of Don Bosco)

