| Red-Joss.com | Hidup sederhana atau ‘urip prasojo‘ telah jadi semacam tren dalam masyarakat modern yang serba cepat dan konsumtif. Orang-orang makin menyadari, bahwa kebahagiaan sejati itu tidak selalu terletak pada kepemilikan materi atau kekayaan berlimpah, tapi pada kesederhanaan dan kedamaian dalam hidup.
Kami sepakat dengan menjalani hidup prasojo. Tapi lagi-lagi, tidak semudah bayangan. Sungguh, tidak mudah.
Mengapa hidup sederhana atau prasojo itu sangat tidak mudah untuk dijalani?
Hidup sederhana atau urip prasojo sesungguhnya bukan tentang kaya atau miskin, tetapi adalah kemampuan seseorang mengendalikan keinginan agar tidak terjerumus pada keinginan yang tanpa batas. Kemampuan ini akan menumbuhkan kemampuan lain, yakni membuat prioritas. Dengan kemampuan membuat prioritas itu dia bisa menentukan mana yang utama dan tidak dalam hidup ini.
Dengan tahu, bahwa keinginan itu selalu ada batasnya, maka bagi orang yang prasojo lebih mudah menerima keadaan. Itulah yang membuat prasojo menjadi salah satu resep hidup bahagia. Lebih tepatnya, kebahagiaan terletak pada pilihan hidup sederhana.
Contoh tentang pilihan anak untuk hidup berkeluarga. Anak kami perempuan. Sosok mana yang cocok? Yang utama anak mencintai dan dia mencintai. Iman yang sama akan lebih mudah mereka menjalani hidup bersama, pendidikan baik, pekerjaan baik, mempunyai kesanggupan untuk maju dan bertumbuh, misalnya sudah menabung walau tidak banyak. Dengan ancer-ancer itu, bayangan hidup bahagia sudah nyata. Juga… oleh karena rajin mendengarkan pimpinan Tuhan, tiap minggu ke gereja. Puji Tuhan… hidup anakku bahagia, dengan anak yang usia 2 tahun, lucu dan ngangeni.
Sederhana saja dan kami bahagia dalam kebahagiaan mereka.
Salam sehat dan bahagia.
…
Jlitheng

