| Red-Joss.com | ‘Memento mori’, adagium Bahasa Latin ini berarti ingatlah, bahwa kita semua akan mati. Ya, semua yang terlahir pasti akan mati. Namun tidak ada yang tahu, bagaimana, seperti apa, dan kapan kita akan meninggal. Yang bisa kita buat adalah berjaga-jaga dan berdoa agar kematian kita berkenan di hadapan Tuhan.
Ingatlah tiga hal ini:
Pertama: ‘Vita est brevis’ – Hidup itu singkat, hidup itu pendek. Hidup kita di dunia ini paling berkisar antara 70-80, jika kuat. Selebihnya bonus dari Tuhan.
Bila hidup itu singkat, alangkah bijak, jika waktu yang singkat itu digunakan dengan sebaik-baiknya. Berhenti untuk menyia-nyiakan waktu dan hidup kita agar yang singkat ini menganugerahkan yang kekal dan abadi.
Kedua: ‘Life is not about achievement, but fulfilment’. Hidup ini bukan soal penghargaan, pencapaian, tapi soal pemenuhan, pemaknaan, dan memberi inspirasi. Penghargaan, kesuksesan itu penting dan perlu dalam hidup ini, tapi bukan yang terpenting.
Hidup akan berguna dan berwarna, bila memberi arti dan makna. Hidup penuh sukacita dan bahagia, bila ikhlas berbagi. Hidup akan layak dalam Surga, bila mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Hidup akan dikenang dalam ingatan, bila memberi arti, memotivasi, dan menginspirasi.
Ketiga: ‘Hodie mihi cras tibi’ – hari ini aku, besok kamu. Hari ini saudara kita berpulang, besok giliran kita yang meninggal dunia. Kematian itu pasti, meski misteri. Kematian itu pasti akan dialami, meski masih tersembunyi kapan dan bagaimana kita mati. Siapkan diri, layakkan hati, perteguh iman, kuduskan diri dalam hidup. Karena mati itu indah. Kita bisa bertatap muka dengan Allah.
Doakan agar jiwa mereka beristirahat dalam damai-Nya.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

