Dia menjamin dalam waktu 3 hari kemenangan atas dosa dan maut akan terjadi, karena dengan kebangkitan-Nya itu, penyucian, penebusan, dan keselamatan diberikan kepada semua.
Oleh sebab itu, berikanlah diri kita supaya disucikan, ditebus, dan diselamatkan-Nya.
Jika perlu, semuanya harus dirombak, supaya yang tidak baik dan tidak benar itu diperbaharui. Sebab, jika kita bertahan, maka bait kudus kita berubah fungsi jadi “a market place,” tampak sibuk, disibukkan, dan penuh kesibukan. Tapi tidak untuk berdoa, memuji, dan menyembah kepada Tuhan yang Maha Kudus, tapi berkerumun massal dan mencari keuntungan.
Apapun yang ‘beralih-fungsi’ itu tidaklah berkenan. Jika tujuannya sejak awal dimaksudkan untuk ini dan itu, hal itu harus dipertahankan dan diperjuangkan. Tidak seenaknya diubah, karena mempunyai kepentingan tersembunyi, mengikuti orang lain, atau mengikuti mayoritas saja.
Konsistensi! Inilah yang harus dikedepankan. Bait Allah dibangun 46 tahun dan bisa berdiri dengan indah dan megah. Tuhan Yesus merombak semua itu dan membangunnya kembali dalam waktu 3 hari, yaitu untuk “Bait Allah yang baru.”
Melalui Bait Kudus yang baru ini, kita memperoleh penebusan dan kita bisa menyembah-Nya dalam bait kudus kita masing-masing dan merasakan buah-buah penebusan-Nya.
Semua itu dilewati dalam perjalanan panjang, berat, dan penuh penderitaan: Jalan Salib. Salib itu jadi batu sandungan bagi orang Yahudi dan kebodohan bagi orang Yunani. Tapi bagi yang percaya, Salib adalah kekuatan dan kebijaksanaan Tuhan.
Mari kita hidup baik, suci, dan benar.
“Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, sebab dengan salib-Mu, Engkau telah menebus dunia.”
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

