“Tidak ada orang yang menyalakan pelita, Ialu menutupinya dengan tempayan atau meletakkannya di bawah tempat tidur, tapi ia menempatkannya di alas kaki pelita, supaya orang yang masuk, dapat melihat cahayanya.”
Pernyataan Yesus yang sederhana dan diambil dari hidup keseharian ini kaya makna. Jika pelita adalah kebenaran hidup Kristiani, maka Yesus menekankan kepada pengikut-Nya untuk tidak menyembunyikan diri, tapi hidup sesuai dengan identitas. Sikap menutupi dan menyembunyikan diri dilakukan, jika orang itu melakukan keburukan ataupun dosa. Namun, jika yang dilakukan adalah kebaikan dan kebenaran, tidak perlu ditutupi, entah karena malu atau takut.
Menjadi dan hidup sebagai orang Kristen adalah sebuah kebaikan. Tidak ada yang memalukan. Membuat tanda salib, berdoa Rosario, membaca Alkitab, memakai salib adalah cara-cara hidup Kristen. Sebagai orang Kristen, kita seharusnya bersyukur dan bangga. Karena kita boleh menyebut Allah sebagai Bapa. Kita bangga akan Yesus, Guru kita yang luar biasa dalam keutamaan hidup. Kita bangga, Allah dan karya-Nya begitu nyala dalam sejarah, sebagaimana terlulis dalam Kitab Suci. Kita bangga, karena Gereja senantiasa bertumbuh dan berkembang serta jadi berkat bagi kemanusiaan pada zamannya.
Hidup Kristen tanpa kesaksian itu bukan kehidupan Kristiani. Karena kesaksian yang paling dasar adalah jadi Kristen itu sendiri.
“Ya, Bapa, bantulah kami agar mampu memberikan kesaksian sebagai pengikut Putra-Mu melalui tutur kata, perbuatan, dan perilaku kami dalam hidup sehari-hari. Amin.”
Ziarah Batin

