| Red-Joss.com | “Hidup ini anugerah Allah. Kita diberkati, dan sesungguhnya hidup kita adalah kepentingan-Nya.”
Hal itu tidak cukup hanya disyukuri, tapi dipercaya dan diimani agar hidup kita bermakna bagi sesama, dan berkenan pada Allah.
Hidup kita adalah kepentingan Allah, karena ciptaan-Nya sungguh luar biasa dan baik adanya.
Ketika hidup ini diorientasikan pada kebaikan dan hal positif berarti kita harus menjauhi dan menolak yang jahat. Karena hidup kita adalah kepentingan Allah.
Tidak harus kaget atau gamang. Tapi, dengan membuka hati, kita diajak untuk melihat, mendengar, dan merasakan betapa dahsyat kasih setia Allah pada manusia agar kita menanggapi kasih-Nya.
Sederhana, teramat sederhana. Dengan menanggapi kasih Allah agar hidup kita bermakna. Sedang yang tidak menanggapi, karena merasa sulit dan berbelit itu datang dari ego sendiri.
Sesungguhnya, “apa pun yang kita perlakukan pada orang lain, berarti kita perlakukan hal yang sama itu pada diri sendiri.”
Sesungguhnya, tidak ada seorang pun yang ingin diperlakukan buruk dan jahat, karena semua orang itu ingin diperlakukan secara baik dan istimewa.
Seandainya ada orang perlakukan kita secara tidak baik, hal itu tidak harus dibalas dengan perlakuan serupa, atau mendendamnya. Sebaliknya, kita dituntut berjiwa besar untuk pahami, maafkan, dan mengampuninya. “Karena mereka tidak tahu apa yang diperbuatnya.”
Hidup kita adalah kepentingan Allah agar kita maknai hidup ini.“Urip iku urup” ketika melakukan hal baik, positif, dan berkenan pada Allah.
Selalu berorientasi, bahwa hidup ini anugerah dan untuk kepentingan Allah, kita dituntut mengeksplorasi sumber daya diri secara maksimal dan bertanggung jawab.
Selalu berprasangka baik dan berpikir positif pada sesama agar kita makin produktif. Hidup berkenan pada Allah.
…
Mas Redjo

