“Life is from B (birth) to D (death).” – Rio, Scj.
…
Banyak yang bilang saat menjelang ajal, kita akan melihat kembali cuplikan-cuplikan kehidupan yang telah kita lewati. Kita akan tersadar, bahwa ada satu hal yang sungguh berarti dalam hidup ini.
Kita tidak perlu khawatir dengan berapa banyak uang, barang, kekayaan, banyaknya gaji, kekuasaan, atau tingginya jabatan kita punyai. Tidak! Saat itu kita akan tersadar, bahwa semua hal itu sifatnya sementara, dan ilusi belaka. Yang terpenting adalah jiwa kita yang suci dan kudus.
“They say it’s from B to D, from birth to death, but between B and D there is C (choice).” Kalau saat ini kita masih bernafas, jantung kita masih berdetak berarti Tuhan memberi kita kesehatan dan kesempatan. Gunakan kesempatan itu dengan sebaik-baik. Ingat, ‘Vita est brevis’ – hidup itu singkat.
Asalkan kita mampu menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Hari ini kita jadi pemenang. Karena kita tidak mencari kesalahan dan menyalahkan, tapi mencari peluang dan kesempatan. Lakukan yang terbaik dalam hidup hari ini agar kita mendapatkan yang terbaik suatu saat nanti.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

