Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hidup manusia bagaikan sebabak sandiwara dan kitalah para pemeran setianya.”
(Didaktika Hidup Sejati)
…
Makna Etimologis
Secara linguistik, kata โsandiwaraโ, berasal dari kata bahasa Jawa. Dari kata ‘sandi’ yang berarti rahasia dan ‘wara’ yang bermakna pengajaran atau didaktika.
Lengkapnya: sandiwara adalah suatu adegan permainan yang mendeskripsikan tentang rahasia kehidupan sang manusia yang dipentaskan di atas panggung kehidupan.
Permainan tentang apa? Siapa penulis naskah skenario dan sutradaranya?
Entah sadar atau tidak, sejatinya setiap saat, waktu, dan setiap masa manusia itu justru selalu dan sedang memerankan adegan kehidupannya.
Aneka Adegan Hidup
Adapun adegan hidup yang dipentaskan sangat beragam. Antara lain:
Adegan tentang luhurnya sebuah kesejatian dan hancurnya sebuah kepalsuan hidup.
Adegan tentang indahnya sebuah jalinan cinta dan pedihnya bara api kebencian.
Adegan tentang indahnya sebuah ketulusan dan pahitnya sebuah kemunafikan.
Adegan tentang buasnya api kerakusan dan haus kuasa serta luhurnya totalitas sebuah dedikasi sejati dari sesosok abdi negara dan bangsa.
Adegan tentang pedihnya sebuah perselingkuhan dan kejinya bermain mata di balik layar hitam kehidupan antar anak manusia.
Adegan tentang morat maritnya sistem dan dinamika pendidikan kita yang justru menghadirkan wajah edukasi yang berlinang air mata.
Juga adegan tentang fanatisme beragama, persaingan dagang, serta aksi balas dendam antar sesama warga.
Sadarkan kita, karena ternyata semua adegan ini dipentaskan entah pagi, siang atau pun entah di malam hari.
Wilayah jangkauannya juga sangat meluas dan melebar, bahkan hingga merambat ke gerbang puri istana presiden serta lembaga tinggi negara dan juga yang tak ketinggalan, justru merangsek hingga ke ranah suci keagamaan.
Oh, manusia, wahai sang anak manusia, ternyata itulah wajah sejati dari kehidupanmu!
Ya, tentu sebuah pentas kehidupan memang akan terus berlangsung hingga entah sampai kapan pun.
Tapi Tuhan, siapakah sang dalang handal si aktor intelektualnya?
Akukah, kaukah, kitakah, merekakah, ataukahโฆ siapaโฆ?
…
Kediri,ย 14ย Juniย 2024

