| Red-Joss.com | Memilih berbuah atau tidak berbuah? Jika berbuah, bisa dipanen dan dinikmati, tapi, jika tidak berbuah, ya, untuk hiasan saja.
Bagaimana dengan hidup yang berbuah dan tidak berbuah? Hidup yang berbuah itu menyenangkan orang lain dan jadi berkat. Sebaliknya, hidup yang tidak berbuah itu ‘menyebalkan orang lain’ dan tidak ada berkatnya.
Bagaimana dengan iman yang berbuah dan tidak berbuah? Iman yang berbuah, kecil sekali pun, ingat, bahwa hidupnya selalu mengandalkan Tuhan. Sebaliknya iman yang tidak berbuah, sejak baptis hingga sekarang, ya, begitu-begitu saja. Tuhan ‘dikalahkan’ dengan banyak alasan.
Bagaimana dengan harapan yang berbuah dan tidak berbuah? Harapan yang berbuah membuat setiap pribadi itu selalu optimis. Sebaliknya, harapan yang tidak berbuah membuat pribadi itu selalu pesimis.
Bagaimana dengan kasih yang berbuah dan tidak berbuah? Kasih yang berbuah mendatangkan banyak kebaikan. Sebaliknya, kasih yang tidak berbuah membuat orang egois dan tidak peduli.
Bagaimana dengan persahabatan yang berbuah dan tidak berbuah? Persahabatan yang berbuah, kita dirindukan dan bisa saling memberkati kapan saja. Sebaliknya, persahabatan yang tidak berbuah ‘enggan’ untuk diterima kembali.
Kita harus memilih sekarang: berbuah atau tidak berbuah? Mana yang banyak berkatnya: Hidup yang berbuah atau yang tidak berbuah? Mana yang sedang terjadi pada diri kita saat ini: Hidup yang berbuah atau tidak berbuah?
Sesungguhnya, hidup yang bertumbuh kembang dan berbuah dalam iman itu anugerah Allah!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

