“Hidup ini tanpa solusi, ketika kita tidak menyiap-sediakan langkah untuk mengantisipasinya.” -Mas Redjo
“Hidup njlimet itu bakal kesrimpet dan pusing sendiri itu suloyo!”
Komentar minor itu dilontarkan oleh sobat RP, setelah mendengar penuturan saya dalam menjalani hidup ini. Menurutnya, lebih baik hidup ini dijalani dan dinikmati seperti air mengalir.
Saya tersenyum, tidak menyanggah atau membela diri. Itu penilaian dan haknya. Juga ribet dan rumit, atau tidaknya itu bergantung pada setiap pribadi yang menjalaninya.
Saya merencanakan dan mengelola hidup ini dengan baik serta cermat itu tidak merasa rumit, ribet, dan terbebani, sehingga membuat kepala ini jadi pusing tujuh keliling. Karena saya menjalani semua itu dengan rilek dan tanpa beban.
Saya sadar-sesadarnya, bahwa kita lahir dan mati itu sendiri. Sehingga saya berusaha untuk mandiri agar tidak merepotkan dan bergantung pada orang lain.
Mengelola hidup secara sehat lahir batin adalah prinsip utama saya untuk jadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan murah hati.
Pribadi yang tangguh itu menuntut saya untuk jadi pejuang yang gigih agar mampu memenuhi kebutuhan keluarga: “sandang, pangan, dan papan.” Pendidikan anak-anak juga penting dan itu harus diutamakan.
Pribadi yang mandiri itu menuntut saya untuk tidak bergantung pada orang lain, khususnya pada anak-anak di masa tua. Karena anak itu mempunyai kesibukan dan urusan masing-masing. Sehingga saya harus mengatur keuangan dengan bijaksana untuk menyongsong masa tua ini agar hidup tenang, damai, dan bahagia.
Pribadi yang murah hati itu menuntut saya, bahwa sejatinya tujuan hidup ini untuk memberi. Karena semua kebutuhan kita telah disediakan Tuhan agar dikelola baik dan bijaksana untuk pentingan bersama.
Sejatinya dengan merencanakan masa depan ini secara baik, saya dituntut untuk menyiap-sediakan cara antisipasi dalam menyikapi dan mengatasi tantangan yang menghadang itu secara cerdas dan cekatan.
Hidup yang direncanakan seksama itu makin dimudahkan Tuhan agar kita memberikan yang terbaik dari diri ini.
Hidup bermakna itu anugerah-Nya!
Mas Redjo

