“Perlakukan orang lain seperti pada diri sendiri. Karena hidup kita adalah pintu solusi untuk orang lain.” -Mas Redjo
…
Maaf, sekali lagi mohon maaf, dan jangan salah tafsir, bahwa saya ingin mencampuri atau ikut campur urusan orang lain. Tapi yang benar adalah saya ingin hidup bahagia sebagai cerminan untuk memberi solusi pada mereka.
Saya juga tidak kepoan. Bahkan, meskipun orang lain mencemoh, menghina, atau menyakiti, saya tidak mempunyai keinginan untuk membalas atau mendendamnya. Karena orang yang membalas dan mendendam itu bukti pribadinya jahat. Sebaliknya orang beriman itu memancarkan kasih.
Berani untuk tampil beda, karena kita mempunyai pribadi istimewa!
Kita diciptakan segambar dan secitra dengan Tuhan (Kej 1: 26-27). Iman kita harus dihidupi untuk saling mengasihi agar kita tidak mengecewakan-Nya.
Caranya adalah, jika orang lain berbuat hal negatif, buruk, dan jelek, maka saya anti untuk melakukan semua perbuatan itu. Karena hidup ini hikmat Tuhan.
Jika orang lain berbuat curang dan korupsi supaya cepat kaya, maka saya harus berani bersikap jujur dan bersih. Untuk jadi kaya, saya harus berjuang ekstra keras atau berwirausaha mandiri.
Jika orang malas untuk belajar dan bekerja itu jadi bodoh dan gampang dikadali atau dihasut, saya harus rajin belajar agar jadi cerdik pandai dan bijaksana.
Jika orang berlagak sombong dan gengsi, saya harus jadi pribadi yang sederhana dan rendah hati.
Sejatinya, jika pikiran kita ini selalu diarahkan dan fokus pada hal-hal positif dan baik, dijamin anugerah Tuhan ditambahkan kepada kita, sehingga berkelimpahan.
Hidup ini adalah pintu solusi agar kita ke luar dari ego sendiri. Hidup untuk berbagi dan saling mengasihi.
“Akulah pintu. Setiap orang yang masuk melalui Aku akan selamat. Aku akan menjaga mereka supaya bisa ke luar masuk serta menemukan pandang rumput” (Yoh 10: 9).
…
Mas Redjo

