“Ketika kita hidup dipimpin oleh Roh, hati kita jadi bebas: untuk mengasihi, taat, dan bebas untuk melakukan kehendak Allah.”
Dalam Injil, Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang telah bungkuk selama delapan belas tahun. Ia melakukannya pada hari Sabat, bukan untuk melanggar hukum, melainkan untuk menyingkapkan makna terdalam dari hukum itu: kasih.
Putra-Mu melihat yang tidak dilihat orang lain. Ketika para Pemimpin rumah ibadat sibuk menjaga aturan, Yesus digerakkan oleh belas kasih. Ia membebaskan perempuan itu, bukan karena ia meminta, melainkan karena kasih itu tidak bisa diam melihat penderitaan. Kasih-Mu, ya Bapa, adalah hukum tertinggi. Di tangan Yesus, kasih itu jadi tindakan yang menyembuhkan.
Lewat Rasul Paulus, Allah mengingatkan, bahwa kami bukan lagi budak dosa atau ketakutan, melainkan anak-anak Allah yang dipimpin oleh Roh yang berseru di dalam hati kami: “Ya Abba, ya Bapa!” Mereka yang hidup oleh Roh bukan lagi hidup karena kewajiban, melainkan karena hubungan kasih: di mana setiap ketaatan lahir dari cinta, bukan ketakutan.
Tuhan, ajarlah kami untuk peka terhadap bisikan Roh-Mu, agar kami tahu kapan harus bertindak, diam, dan kapan harus melangkah dengan iman. Karena kami sering kali lebih memilih zona nyaman, bertahan pada kebiasaan dan cara kami sendiri, bahkan menolak bimbingan-Mu, karena kami takut berubah.
Ampunilah kami, Bapa untuk saat-saat ketika kami lebih suka memegang kendali daripada percaya. Ketika kami berpikir tahu yang terbaik bagi kami, dan hati kami tertutup terhadap kehendak-Mu. Bukalah pikiran kami, lembutkan hati kami agar kami dapat menerima tuntunan Roh Kudus dan berjalan dalam kebebasan anak-anak Allah.
Bebaskanlah kami, ya Tuhan, dari kesombongan, rasa takut, dan dari penghakiman supaya kami dapat hidup seturut kasih Kristus. Seperti dalam Mazmur, kami percaya: “Engkaulah, ya Allah, yang membebaskan tawanan dan memulihkan yang terbelenggu.”
Biarlah belas kasih-Mu mengalir melalui hidup kami, sehingga banyak orang boleh bangkit dan memuliakan nama-Mu.
“Datanglah, ya Roh Kudus,
perbaruilah hati kami, jadikan kami ciptaan baru yang memancarkan kasih dan kebebasan Kristus.”
“Darah dan Air yang memancar dari Hati Yesus sebagai sumber belas kasih bagi kami.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

