Red-Joss.com | Dinamis artinya tidak sama saja. Terus berubah tanpa hilang arah dan jati diri. Hidup ini layaknya AIR artinya:
A- Adaku ini harus jadi
I – Inspirasi bagi siapa pun
R – Rekan yang sejalan
Air dari ketinggian mengalir dan menyatu di samudera, menguap dan menyatu di langit sebagai awan. Air yang tersimpan di tanah pun akan berproses serupa. Menguap dan menyatu di langit sebagai awan. Dengan proses kondensasi awan akan menjadi hujan yang turun membasahi bumi, menjadi daya hidup alam semesta.
Saya lahir dari keluarga petani, yang amat paham apa artinya hujan. Bukan saja untuk tumbuh hidupnya pertanian, tetapi, juga mereka yang bertani. Jika kemudian saya berniat menjadi hujan, pastinya karena hujan telah terintegrasi menjadi bagian dari cita-cita bawah sadarku untuk bermanfaat bagi banyak orang. Lewat aneka tulisan harian, yang jumlahnya ratusan, bahkan ribuan, aku berharap dapat menjadi pengungkit inspirasi bukan sumber, bagi siapa saja yang membaca.
Awalnya saya tak terpikir mau menulis, tetapi seperti yang terjadi : “salam pagi, embun pagi, pelangi pagi, pelangi senja dan salam senja” saya tulis, setelah saya membaca kisah Jane, seorang penulis yang hanya memakai kerdipan mata kirinya.
Nama lengkapnya Jean- Dominique Bauby. Seorang pemimpin redaksi majalah Elle, majalah kebanggaan Prancis yang digandrungi wanita seluruh dunia. Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 thn usia menyelesaikan memoarnya yang berjudul, “Le Scaphandre” et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).
Jane kena stroke tahun 1995, sehingga tubuhnya lumpuh total. Ia menderita locked-in syndrome. Lumpuh total, walaupun masih dapat berpikir jernih, tetapi sama sekali tak dapat bicara dan bergerak. Otot yang masih dapat diperintah adalah kelopak mata kirinya. Ia berkomunikasi dengan dokter atau family dengan mata itu.
Bagaimana Jane menulis? Dia menulis dengan kerdipan matanya. Keluarga dan juga teman-temannya menunjuk huruf demi huruf dan Jane akan berkedip jika huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya.
Betapa mengagumkan roh, tekad dan kemauannya untuk menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa.
Tapi bagiku, yang tidak kalah mengagumkan adalah mereka yang membuat Jane tidak hanya hidup, tapi hidup yang bermakna. ‘Urip kudu urup’. Sehingga buluh yang patah terkulai itu tidak akan mati. Aku jalani hidupku ini jadi seperti itu. Be the light for others.
‘Urip iki kudu tetep urup’. Agar pesan Tuhan dapat kita tunaikan: “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya.”
…
Jlitheng

