“Tidak ada yang sia-sia, ketika hidup ini dipersembahkan kepada Tuhan dan bersandar pada-Nya.”
Orang-orang Saduki mendekati Yesus dengan hati yang tertutup. Mereka menolak kebangkitan, karena hanya percaya pada yang tampak, dapat diukur, dan yang berada dalam kendali mereka. Tapi Yesus mengangkat pandangan kami lebih tinggi, dan menyingkapkan, bahwa Engkau adalah Allah orang hidup, yang memelihara Abraham, Ishak, dan Yakub dalam kehidupan kekal.
Yesus mengajar, bahwa Surga bukan kelanjutan dari hidup dunia ini, melainkan pemenuhannya. Di sana kami tidak lagi terikat oleh peran atau aturan sementara, tapi hidup sebagai anak-anak Allah, bersinar dalam kemuliaan-Nya seperti para Malaikat yang bersukacita di hadirat-Nya.
Pemazmur mengingatkan kami, bahwa Allah memerintah dengan adil, tidak melupakan orang kecil, dan tidak meninggalkan siapa pun yang mencari-Nya. Meski hidup duniawi dipenuhi pergulatan, kehilangan, atau rasa tidak pasti, misteri kebangkitan meneguhkan kami, bahwa tidak ada yang sia-sia, ketika dipersembahkan kepada-Nya. Yang bersandar pada-Nya, hidup untuk selamanya.
Melalui wafat dan kebangkitan Yesus, Allah membuka pintu kehidupan. Melalui baptisan, Allah menjadikan kami ahli waris kebangkitan, dipanggil untuk hidup dalam terang dunia yang akan datang. Ajarlah kami untuk merindukan yang kekal, mengutamakan Allah di atas segalanya, dan membiarkan relasi kami, terutama dalam perkawinan dan panggilan hidup yang memantulkan kasih abadi, dan telah Dia siapkan bagi kami.
Yesus, “Engkaulah Kebangkitan dan Hidup” kami. Kuatkan iman kami, ketika ragu muncul, angkat hati kami, ketika dunia terasa berat, dan bentuklah hasrat kami agar sungguh hidup sebagai anak-anak Allah: sebagai pembawa pengharapan dan saksi kasih-Nya di mana pun kami berada.
Tuhan, dekatkanlah hati kami kepada-Mu. Biarlah janji kehidupan kekal meneguhkan langkah kami. Semoga kami hidup dengan mata tertuju pada Surga, tempat Engkau menjadi semua di dalam semua. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

