“Ketakutan membuat pintu dikunci; tapi Yesus yang bangkit tetap masuk membawa damai.”
Allah yang Maharahim, saat para murid masih terkurung dalam ketakutan, Putra-Mu datang dan berdiri di tengah mereka.
Tidak ada pintu yang terkunci yang dapat menghalangi-Nya. Tidak ada ketakutan yang mampu menahan kasih-Nya. Kata pertama yang Ia ucapkan adalah:
“Damai sejahtera bagi kamu.”
Bapa, kami sungguh membutuhkan damai itu; dalam pikiran, hati, dan dalam seluruh hidup kami.
Putra-Mu menunjukkan luka-luka-Nya agar mereka tahu: ini sungguh Dia, yang baru saja disalibkan dan wafat, kini bangkit dan hidup selamanya. Bukan roh, dan bukan bayangan; melainkan Tuhan yang hidup, yang telah mengalahkan maut.
Bapa, bukalah mata kami untuk percaya: kebangkitan itu nyata. Janji-Mu digenapi. Maut itu bukan akhir dari segalanya.
Bukalah pikiran kami agar kami mengerti Kitab Suci, bahwa semuanya menunjuk kepada Yesus: sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya.
Melalui Sabda-Mu dan pemecahan roti, melalui Ekaristi, persatukan kami dengan Kristus yang bangkit.
Berilah kami rahmat untuk bertobat,
menerima pengampunan-Mu,
dan jadi saksi-saksi kerahiman-Mu.
Sinarilah kami dengan wajah-Mu, ya, Bapa. Penuhi kami dengan Roh Kudus-Mu. Jadikan kami pembawa damai, agar dunia mengalami kasih-Mu melalui hidup kami.
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

