oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hukum tabur dan tuai.”
(Amanat Hidup Sadar)
Bukankah di dalam arena kehidupan ini, kepada kita sangat diharapkan agar senantiasa hidup dengan berkesadaran penuh? Cermat, cekat, dan sanggup untuk mengendalikan diri.
Mengapa? Sungguh, betapa besar dampak negatif yang akan kita tanggung, jika ternyata kita hidup tanpa kesadaran penuh.
Dipermalukan
Mari kita cermati sebuah kisah interisan dan kaya makna berikut ini!
Suatu hari, terjadilah sebuah kecelakaan maut. Dampaknya sangat banyak orang yang mengelilingi dan mengerumuni korban. Hal ini sangat berdampak dan menghalangi seorang wartawan berita untuk mendekati dan mencermati kondisi riil korban itu.
Demi dapat mendekati korban, wartawan itu mendapat ide dan bersiasat agar ia dapat membelah kerumunan itu. Apa yang dilakukannya?
“Saya ini, ayah dari korban, dan saya minta jalan,” serunya dengan berapi-api demi dapat memecah kerumunan itu.
Benar, kerumunan itu membiarkannya untuk bisa lewat, sehingga dia dapat memotret korban itu.
Tapi, sungguh betapa tercengang, bingung, dan malu dia. Ternyata, ketika korban yang diselubungi terpal hitam itu disingkap hanyalah seekor keledai.
(Dari Berbagai Sumber)
Oh, Keteledoran yang Memalukan
Ternyata sungguh memalukan ekor dari kejadian ini. “Mau taruh di mana wajah ini,” demikian sebuah ungkapan yang mau mendeskripsikan sebuah dampak negatif, karena sikap tidak cermat, tidak teliti, dan teledor.
Amanat bagi Kehidupan
Sang arifin l pernah bertutur, bahwa sejatinya, di balik sebuah peristiwa, selalu saja terkandung sebuah amanat bagi kehidupan riil ini. Hal ini bukanlah sekadar sebuah isapan jempol belaka.
Sesungguhnya banyak peristiwa dalam hidup ini yang secara tidak langsung sebetulnya mengedukasi manusia, agar sudi mau belajar dari seluruh fenomena hidup ini.
Bukankah di balik dan ekor dari setiap peristiwa, justru selalu mengandung sebuah amanat bagi kemanusiaan kita?
In Cauda Venenum est
“Di bagian ekor ada racun,” demikian sebuah metafora Bangsa Romawi yang menggambarkan, bahwa pada seekor kalajengking, yang membahayakan justru pada bagian ekornya. Karena ada racun!
Kediri, 26 Desember 2024

