“Everything in life is just for a while.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Sejauh apa pun kita mengejar dunia tetap dunia akan meninggalkan kita. Sejauh apa pun kita menghindari maut, kematian itu pasti datang menghampiri. Sejauh apa pun kita melupakan surga, ia tetap menjadi tempat abadi. Hidup di dunia itu sesaat, ‘Vita est brevis’ – hidup itu singkat.
Hidup bukan tentang perlombaan lari, atau yang terlihat paling cepat. Tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita menuju garis akhir dengan banyak membawa hal-hal baik dan suci. Tentang membuat bangga dan tersenyum Tuhan. Tentang kita memaknai dan menjalani hidup dengan bahagia dan senyuman.
Jalani hidup ini dengan sabar dan syukur.
Bersabar, karena setiap fase itu tidak semua mulus dan lancar.
Bersyukur, karena pasti hidup akan bahagia. Sementara orang yang bahagia itu belum tentu mengucap syukur. Sabar dan syukur pada setiap fase kehidupan agar kita bertumbuh dan berkembang. Fase yang menjadi pemenang dari setiap kegagalan tanpa menyalahkan. Fase berharga karena kita istimewa yang tetap berjuang, meski jutaan tantangan menghadang.
Rencanakan, berdoa, usahakan dan perjuangkan, karena untuk hasil itu urusan Tuhan. Tetap fokus dan konsisten pada hal-hal yang dapat kita kendalikan. Tetap senyum dan bahagia, karena hasilnya terkadang tidak sesuai impian, realita, atau tidak seindah keta-kata. Teruslah berjuang untuk terus menikmati setiap prosesnya. Kita tidak tahu kejutan apa yang Tuhan sediakan di masa depan.
Selalu maknai hidup. Karena kita saluran berkat Allah.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

