“Makin tua, kian bijaksana. Makin produktif, kian berlimpah anugerah-Nya.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Jadi baik itu pilihan, tapi hidup bijaksana dan produktif itu anugerah. Karena kita saluran berkat Tuhan.
Saatnya kita berefleksi. Bertanya pada diri sendiri, apakah hidup kita produktif dan bermakna bagi sesama?
Jika tidak, kita mohon rahmat kerendahan hati pada Tuhan agar kita dimampukan untuk melihat dan pahami makna tujuan hidup ini. Untuk segera kita benahi, perbaiki, dan diarahkan bagi kemuliaan-Nya.
Caranya, kita membangun intimasi dengan Tuhan untuk berserah ikhlas. Mohon untuk dituntun dan dipimpin agar kita ikhlas, taat, dan setia pada kehendak-Nya.
“Menyangkal diri, memanggul salib, dan mengikuti-Nya,” (Matius 16: 24-27) adalah fondasi keradikalan kita sebagai murid-Nya.
Melayani sesama dengan rendah hati, karena kita meneladani Tuhan. Yesus. Kita dituntut mengesampingkan keinginan dan kesukaan diri sendiri untuk berfokus pada kebutuhan orang lain.
“Barang siapa ingin jadi besar di antara kamu, hendaklah ia jadi pelayanmu, dan barang siapa ingin jadi yang terkemuka hendaklah ia jadi hamba untuk semua” (Markus 10: 43-45)
Jika kita ingin berbuah dan hidup bermakna, tinggallah dalam Tuhan Yesus (Yoh 15: 5). Hidup adalah saluran berkat-Nya.
…
Mas Redjo

