“Tapi yang menuruti dan mengajarkan perintah ini, ia akan menduduki tempat yang terbesar dalam Kerajaan Surga” (Matius 5: 19).
Penegasan untuk mereka yang pagi, siang, dan malam mewartakan Sabda Tuhan. Ada upah yang pantas dan layak; tempat yang sudah disediakan; dan hidupnya tidak lepas dari perhatian Tuhan.
Bagi yang belum biasa, Sabda Tuhan itu seperti kata-kata dan kalimat biasa. Jika dibaca asal dan cepat itu tidak memberikan efek.
Coba dibaca dengan perlahan, seperti sedang berbicara dengan yang menuliskan itu tentu terasa efeknya. Kita merasakan, bahkan seperti berada di dalam kisah itu. Mulai ada yang mengingatkan.
Lebih dalam lagi, jika Sabda Tuhan ini jadi bahan doa. Dibaca pada malam sebelum tidur, meditasi, dan sebelum merayakan Ekaristi, kemudian didengarkan saat perayaan Ekaristi. Kita lalu membuat catatan-cacatan kecil. Kita makin terasa Sabda Tuhan jadi kompas bagi hidup kita. Bukan lagi sabda dalam bentuk kata-kata dan kalimat, melainkan berubah 100% jadi sabda yang hidup, menginspirasi, dan sabda yang menuntun langkah hidup kita jadi pelita yang terus menyala.
Tanpa menunggu lama, siapa saja yang taat dan mengajarkan Sabda Tuhan dijamin bakal mendapatkan tempat dalam Kerajaan Allah.
Jangan menunggu! Mulai hari ini kita rajin membaca Kitab Suci. Kita dituntut konsekuen dan konsisten.
Disiplin! ‘He knows our heart’.
Macau, 11 Juni 2025
Rm. Petrus Santoso

