“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi… kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat 5: 20).
Sebagai seorang Kristiani tentunya kita merindukan untuk dapat senantiasa merasakan kehadiran Tuhan yang memberikan damai dan sukacita sejati di dalam hidup ini. Terkadang hidup yang dijalani sering kali tidak seperti yang direncanakan, namun pengharapan akan pertolongan Tuhan senantiasa jadi kekuatan untuk terus melangkah melakukan kehendak-Nya. Tuhan yang telah memberikan Roh Kudus-Nya kepada kita tentunya memerlukan tanggapan yang sungguh-sungguh, agar relasi kita dengan Tuhan makin terjalin mesra.
Kedekatan kita dengan Tuhan hendaknya terungkap juga dalam relasi dengan sesama. Kita makin mencintai Tuhan dan melaksanakan perintah-Nya, semoga hendaknya sejalan dengan kepekaan dan kepedulian kita terhadap sesama, terutama yang sangat memerlukan bantuan rohani maupun jasmani. Tapi sungguh ironis, jika keimanan kita sebagai aksesoris belaka dan bahkan membuat orang di sekitar kita kesulitan merasakan kebaikan Tuhan. Dalam kelemahan dan kerapuhan kita, teruslah berjuang bersama Yesus agar kita layak masuk Kerajaan Surga.
Sr. M. Paulina, P. Karm
Kamis, 12 Juni 2025
2 Kor 3: 15-4:1.3-6 Mzm 85: 9-10.13-14; Mat 5: 20-26
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

