“Terharu dan bersimpati dengan derita orang lain itu tidak cukup. Yang utama itu kepedulian kita untuk meringankan derita mereka, sekaligus untuk ringankan beban hidup sendiri.” -Mas Redjo
…
Nasihat agung Yesus pada banyak perempuan yang menangis dan meratapi-Nya, ketika IA memanggul salib ke Golgota itu menggedor jiwa, sekaligus menyadarkan saya.
“Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!” -Luk 23: 28
Yesus memanggul salib korbankan diri agar umat-Nya menangisi diri sendiri untuk bertobat dan hidup baru seturut kehendak-Nya!
“Apakah hidup kita makin baik dan berkenan bagi Tuhan?”
Menangisi diri sendiri itu identik dengan hidup yang harus terus menerus direfleksikan. Karena hidup adalah nilai pertanggungjawaban kita pada Tuhan.
Makna nilai pertanggungjawaban itu berarti untuk mencintai sesama makin dalam, mengampuni makin luas, dan hidup baru meneladani Yesus; menuju hidup kekudusan. Itulah makna Jumat Agung.
Mencintai sesama makin dalam itu berarti kita menghidupi semangat pengorbanan Yesus dengan ikhlas hati.
Mengampuni sesama makin luas agar kita menghidupi semangat pengampunan Yesus tanpa sekat dan batas, karena Yesus murah hati.
Hidup baru menuju kekudusan, karena dosa kita ditebus Tuhan Yesus dan diselamatkan-Nya agar kita jadi saluran berkat-Nya.
Hidup untuk saling mengasihi dan bahagia dalam Kerajaan-Nya untuk selama-lamanya.
…
Mas Redjo

