Di sekitar kita masih banyak ‘Lewi’ (Matius) yang lain: menantikan sapaan, panggilan, penerimaan, dan pemulihan hidup. Bisa jadi, di antaranya adalah saya atau kamu!
Lewi yang pemungut cukai itu lalu namanya berubah jadi Matius. Karena ia telah berjumpa dengan sosok pribadi yang mengubah hidupnya secara total. Hidup yang lama ditinggalkannya. Hidup yang baru itu terjadi. Meski banyak pengorbanannya. Tapi hal itu tidak sebanding nilainya, jika dengan hidup baru, masa depan yang dimilikinya bersama Tuhan Yesus.
Masa depan! Ya, masa depan hidup bersama Tuhan itu harus baik lagi. Karena Tuhan yang memberi tuntunannya. Sehingga membuat jalan hidup kita jadi makin pasti.
Setiap pribadi yang mau berubah dengan cara hidup baru sudah yakin akan perubahan itu. Kini yang dibutuhkan adalah menjaga, memeliharanya dan menumbuhkan pengalaman kebersatuan itu dengan Tuhan. Sehingga tidak berat untuk menjalaninya.
Hal itu yang dialami Matius, sehingga kemudian ia menuliskan kisah kasihnya dengan Tuhan melalui kisah yang terus bisa dibaca hingga hari ini. Ia jadi seorang penulis Injil, yang artinya Kabar Baik. Maka, ia telah memberikan Kabar Baik itu kepada kita, bahwa “Hidup yang baru dalam Tuhan itu sungguh nyata.” Bukankah hal itu yang kita rindukan saat ini?
Pengalaman seperti yang dialami Lewi (Matius) itu dirindukan oleh siapa saja. Hidup yang baru dengan semangat baru yang dipulihkan Tuhan.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

