“Semua orang ingin bahagia, tapi mereka yang berbahagia itu adalah hidup untuk memberi.” -Mas Redjo
Coba amati dan resapi saat kita mampu berbagi pada orang lain. Dipastikan orang yang dibantu itu wajahnya sumringah dan bahagia. Hati kita pun langsung mengharu biru dan nyes.
Hidup untuk memberi itu sederhana dan mudah. Faktanya tidak semua orang mau dan mampu melakukan hal itu.
Kunci suksesnya adalah pikiran kita harus terarah dan fokus kepada tujuan: bahagia dengan berbagi itu berarti ke luar dari keegoan diri agar kita ikhlas hati.
Begitu pula sejatinya dengan tujuan hidup ini: bahagia. Karena faktanya, tidak ada seorang pun yang ingin hidupnya sengsara dan menderita.
Pikiran kita harus terarah dan fokus kepada tujuan hidup hakiki agar kita tidak disesatkan oleh si Jahat yang pandai berkamuflase, sehingga berujung penyesalan dan kesia-sian belaka.
Ketika kita hendak berbagi, coba bertanya pada diri sendiri maksud dan tujuannya, karena demi gengsi, dipuji, dihormati, diapresiasi, atau tujuan negatif lainnya.
Jika berbagi itu sekadar berhitung dagang dan pamrih, kita bakal terbebani, kecewa, tersiksa, dan sakit hati.
Berbeda hasilnya, ketika berbagi itu secara spontan, karena hati kita tergerak oleh belas kasihan.
Kita memberi dan berbagi itu tidak didasari dari kelimpahan yang dipunyai, tapi dari keikhlasan hati. Hidup kita sudah terberi oleh Tuhan agar kita jadi saluran berkat-Nya.
Mas Redjo

