“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Luk 13: 24).
Ada seorang bertanya, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawaban Yesus dengan sangat jelas menyatakan, bahwa hidup ini adalah suatu perjuangan. Berjuang lebih keras, karena pintu itu sangat sempit. Kita diberikan waktu untuk diisi dengan perjuangan dan kerja keras. Waktu adalah anugerah yang sungguh indah dan berharga dalam hidup dan tidak selayaknya disia-siakan.
Surat permandian bukanlah tiket gratis masuk melalui pintu keselamatan. Mengikuti Ekaristi setiap minggu atau tiap hari itu tidak jadi jaminan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Usaha, kerja keras, dan komitmen pribadi yang tidak kenal lelah merupakan persyaratan utama untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Pada akhirnya yang terpenting adalah: Apakah Tuhan mengenal kita saat kita mengetuk pintu keselamatan? Bagaimana Dia mengenal kita? Dalam pengadilan terakhir (Lih. Mat 25: 31-46), Yesus ternyata mengidentikkan diri-Nya dengan orang-orang kecil dan tertindas. Dia mengenal kita lewat cara kita memperlakukan orang-orang kecil dan sahabat-sahabat-Nya itu.
Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami dapat hidup dalam jalan kasih dan pengampunan, jalan salib dan pengorbanan. Amin
…
Fr. Dionysius, CSE
Minggu, 24 Agustus 2025
Yes 66: 18-21 Mzm 117: 1-2 Ibr 12: 5-7.11-13; Luk 13:22-30
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

