Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
Hening itu …
Saat di mana kita ada di puncak keberadaan kita.
Saat, di mana yang jasmani dan yang rohani bisa berkomunikasi tanpa harus berkata.
Saat, di mana apa yang dirasa, dipikirkan, dan apa yang nyata ada pada titik yang sama.
Saat, di mana pengharapan, cita-cita, dan mimpi bisa disiapkan tanpa harus takut untuk mencapai dan menjalaninya.
Saat, di mana bisa dihadirkan semua masa dari waktu: dulu, sekarang, dan yang akan datang.
Saat, di mana kita bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan.
Saat, di mana kita bisa melihat apa yang benar dan tidak benar, yang baik dan tidak baik. Semua bisa dilihat dengan jujur.
Saat, di mana jasmani bisa istirahat sejenak dan jiwa mulai berdoa.
Saat, di mana tubuh disegarkan kembali dan jiwa dizinkan menari bahagia.
Saat, di mana mereka yang percaya adanya Tuhan diizinkan untuk berdoa kepada-Nya.
Sahabat, adakah kamu mempunyai kesempatan untuk mengambil waktu hening hari ini?
Terlalu sibukkah kamu, sehingga tidak ada waktu untuk hening?
Terlalu takutkah kamu, untuk masuk dalam keheningan?
Atau apakah kamu memang tidak membutuhkan waktu hening, karena kamu anggap waktu hening itu membuang-buang waktu!
Jika ya, berarti kamu salah, tidak bijaksana, sembrono, naif, atau asal bicara…
Jangan seperti itu sahabat…!
Tolong, dengarkan tubuhmu, dia mau istirahat sejenak. Dengarkan pula jiwamu, dia mau menepi dan menyepi dalam keheningan.
Berilah mereka waktu sejenak. Karena sesungguhnya waktu yang paling tepat adalah hening!
Mengertikah kamu? Lakukanlah itu secara rutin sebelum tidur malam untuk refleksi diri agar kita berada dalam keheningan, bersama Ilahi.
Rm. Petrus Santoso SCJ

