Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kisah kehidupan sang manusia, laksana susunan helai-helai sebuah buku.”
(Anonim)
…
| Red-Joss.com | Ada sang bijaksanawan yang memaknakan kisah kehidupan sang manusia itu, laksana susunan helai-helai sebuah buku.
Maka, seluruh proses kehidupan sang manusia itu disimbolkan dengan bab-bab, sub-sub bab, serta bab pembuka, bab isi, serta bab penutup, layaknya susunan sebuah buku.
Tentu, pada bab pembuka, berisi masa penuh cerah ceria serta awal cinta monyet. Memuat kisah kelahiran, masa kecil, serta masa remaja dan pemuda yang penuh dinamika gejolak jiwa muda sang manusia itu. Sedangkan pada bab isi, memuat kisah perjuangan hidup serta kejayaan berkarier sang manusia. Pada bab penutup, tentu memuat masa tua renta dan mulai menurunnya daya juang, serta berakhirnya masa kejayaan sang manusia itu di atas bumi maya ini.
Di dalam pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, khusus mengenai cerpen, roman, dan novel, terdapat dua model ending dari suatu perjuangan serta pergolakan sang manusia dalam menempuh hidup ini.
Ada yang dimaknakan dengan ‘happy endingโ, jika kisah kehidupan sang tokoh berakhir bahagia. Ada juga ‘sad endingโ, jika kisah kehidupan sang tokoh, berakhir sedih dan duka.
Saudara, hidup serta kehidupan ini, ternyata sungguh bermakna serta bertujuan. Kisah ziarah hidup sang manusia, bukanlah sebungkus pepes kosong atau tidak bermakna. Sungguh, kehidupan ini, justru bertujuan serta sarat makna dan arti.
Saudaraku, hidup kita adalah suatu proses panjang, yang sedang kita jalani, laksana mendaki sebuah gunung kehidupan.
Sedangkan makna dan arti dari hidup ini adalah semua hal yang kita anggap sangat penting dan sungguh berharga yang dapat memberikan nilai spesial bagi sang manusia itu, sehingga layak dijadikan sebagai tujuan hidup.
Hanya sang manusia itu sendiri yang mampu memberikan makna sejati dan arti terdalam dari seluruh proses daya juangnya. Itulah deskripsi seluruh proses kesaksian perjuangannya dari helai ke helai buku kehidupannya.
Saya pun teringat akan kata-kata berikut ini, “Kami telah berjuang hingga mencapai garis akhir hidup kami.”
…
Kediri,ย 30ย Meiย 2023
…
Foto ilustrasi: Istimewa

