| Red-Joss.com | Kriteria orang hebat adalah:
(1) bermartabat,
(2) rela membagikan hal-hal yang bermanfaat pada orang lain,
(3) berpikiran positif,
(4) mau berbagi cahaya bagi sesama.
Dalam kriteria itu tak satupun disebut harus kaya, cerdas, berpendidikan tinggi, pejabat, terpandang. Tetapi harus ‘bermartabat’ artinya memiliki kedalaman paham tentang jati diri, kata-kata dan sikap lakunya terukur, selalu menaruh hormat pada orang lain, siapapun dia.
Yang bermartabat pasti bermanfaat, sebab dia paham betul, bahwa ‘urip itu urup’, yang cahayanya tak terarah hanya ke dalam, akan tetapi kepada orang lain di sekitarnya. Apapun wujud cahaya itu.
Yang bermartabat pasti memiliki cara pandang positif. Buah gagasannya bersifat memperbaiki, tidak asal berbeda, tidak ‘waton suloyo’, tidak mendua arti.
Sebaik-baiknya martabat seseorang, adalah dia yang mau dan rela berbagi hal yang paling berharga bagi sesama, yakni kasih dan persaudaraan.
Dulu, saya pernah sangat kagum pada mereka yang cerdas, kaya, berhasil dalam karir dan dikagumi banyak orang.
Sekarang, saya telah mengganti kriteria kagumku. Saya kagum pada mereka yang tekun membantu sesama, walau tak sempurna, atau ada kekurangan
Dulu, saya memilih marah, ketika merasa harga diri dijatuhkan oleh orang lain dengan berlaku kasar, menggunjing lewat pintu belakang.
Sekarang, saya memilih tetap menjaga relasi sambil meneliti diri dengan sabar, adakah yang salah yang telah saya lakukan tanpa saya sadari.
Dulu, saya memilih berlari sangat kencang, mengejar prestasi untuk menutup ketertinggalan dengan menumpuk rasa puas dan bangga. Ternyata yang sebenarnya saya butuhkan tidak sebanyak yang saya khawatirkan.
Sekarang, saya memilih banyak berlutut dan bersujud, mensyukuri betapa berlimpahnya kasih Tuhan pada keluargaku, yang untuk mereka saya hadir dan hidup
Tak ada dari yang saya kejar selama ini, yang bisa memberi jaminan, bahwa saya masih bisa menghirup nafas esok hari.
Kalau hari ini dan esok hari saya bisa hidup, itu semata oleh karena anugerah dari Tuhan.
Ketika sebatang pohon menutupi pandanganmu, kamu tak perlu menebangnya. Cukup geser sedikit tempat dudukmu (a matter of perspective).
Tetap rajin berbagi cahaya.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

