“Mukjizat Allah sering dimulai dari hati yang rendah dan terbuka.”
Kami datang kepada-Mu, ya, Allah dengan kerinduan yang dalam. Seperti Pemazmur berkata, jiwa kami haus akan Engkau, Allah yang hidup. Ada kekosongan dalam hati manusia dan hanya Engkau yang dapat memenuhinya.
Dalam Injil, Yesus kembali ke kampung halaman-Nya. Mereka mengenal Dia sejak kecil. Mereka pernah melihat-Nya bertumbuh, mendengar-Nya berdoa di sinagoga, dan hidup bersama dalam keseharian.
Ketika Yesus menyatakan kebenaran, hati mereka justru tertutup. Yesus mengingatkan mereka akan Nabi Elia dan Elisa. Seorang janda di Sarfat dan Naaman orang Siria yang menerima rahmat-Mu. Bukan karena mereka lebih suci, melainkan karena mereka mau percaya dan taat.
Bapa, sering kali kami juga merasa sudah mengenal Engkau. Kami berada di Gereja, mendengar firman-Mu, dan berdoa setiap hari. Tapi diam-diam hati kami bisa jadi keras, ketika firman-Mu menantang kami untuk berubah.
Di masa Prapaskah ini, bukalah hati kami. Ajarlah kami untuk datang kepada Yesus Putra-Mu dengan kerendahan hati.
Seperti jiwa yang haus mencari air, biarlah kami mencari Engkau kembali.
Ya, Allah, pimpinlah kami kepada hidup baru yang Engkau janjikan.
Demi Kristus Tuhan kami.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

