Luk. 1: 67-79
“Sesaat lagi kita akan merayakan Natal, hari kelahiran Sang Penyelamat. Jalan tobat telah kita rintis, lagu jiwa telah kita gubah, dan palungan hati telah kita bersihkan dan siapkan dengan harapan Sang Penyelamat berjalan melalui rintisan jalan kita dan berhenti serta berdiam di palungan hati kita.”
Bukan hanya Yohanes Pembaptis, tapi kita juga diharapkan untuk mempersiapkan jalan Tuhan di hati kita seperti kerinduan Zakharia dalam Injil hari ini: ”Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Maha Tinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya” (ayat 76).
Firman Tuhan pagi ini menuntut kita untuk:
1) Siapkan hati, pikiran dan diri ini untuk menyambut Sang Penyelamat;
2) Sang Penyelamat tidak lahir di kandang lagi, tapi Ia mau lahir dan tinggal di palungan hatimu;
3) Jangan lupa untuk menghadiri dan merayakan Vigili Natal malam nanti, karena Yesus pasti menantimu.
Akhirnya malam ini aku berharap: Jika Yusuf dan Maria tidak menemukan tempat maka akan kutawarkan rumah tubuhku jadi tempat berteduh, dan hatiku jadi palungan di mana bayi Yesus akan diletakkan setelah lahir. Kunantikan lawatanmu, o, Sang Penyelamatku.
Monsignor RD Inno Ngutra

