Jika cinta sejati itu diumpamakan perjalanan, sejauh apa pun, ia akan terus berjalan tanpa mengenal lelah menuju rumah-Nya, yakni hati setiap orang, membawa segala ketulusan tanpa pernah berhitung. Karena cinta sejati itu akan selalu memberi hingga akhir waktu.
Semoga hati ini sudah makin pantas sebagai palungan atau rumah untuk Yang Maha Sejati.
Sambil terus bersujud memantas diri, mari kita terus berdoa:
“Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang pada saya, tapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh.”
Semoga hati kita layak jadi palungan-Nya.
Salam sehat dan tetap bersujud memantas diri bagi hadir-Nya Sang Maha Suci dalam hati ini.
…
Jlitheng

