Oleh : Fr. M. Christoforus, BHK
“Tuhan, berapa kali aku
harus mengampuni
saudaraku?”
(Alkitab)
| Red-Joss.com | Berbicara perihal ampun mengampuni berarti kita berbicara soal bobot kualitas hati seorang anak manusia. Semua agama serta keyakinan, telah mengajarkan umat manusia, agar kita sudi mengampuni sesama yang bersalah kepada kita. Jangan mendendam dan membenci!
Pada suatu kesempatan, seorang bertanya kepada Guru Yesus, “Tuhan, sampai berapa kali, aku harus mengampuni saudaraku?” “Tujuh puluh kali tujuh kali,” jawab Sang Guru. Artinya, sudilah kita, terus dan selalu mau mengampuni.
Hari itu, Selasa, (18/7/2023), di kolom Opini, harian Kompas, Surat kepada Redaksi, memuat judul “Hati yang Mengampuni” oleh Wiyana, Semanu Selatan RT 007 RW 042 Gunungkidul.
“Saya terharu dan bangga melihat berita di Kompas TV dan di media sosial saat Presiden Jokowi menjenguk Emha Nadjib (Cak Nun), di RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta.”
Selanjutnya beliau menulis, “Orang nomor satu di Indonesia itu rela meluangkan waktu untuk ke RSUP dr. Sardjito, meski Cak Nun pernah berkata buruk tentang Presiden Jokowi.”
“Terima kasih, Pak Jokowi. Engkau telah dan terus menjadi contoh, bagaimana harus bersikap dan bertindak agar perdamaian dan kedamaian hidup terus terwujud,” demikian Wiyana.
Nyata, bahwa dunia kita seolah dibakar oleh api kebencian dan permusuhan. Lebih-lebih di tahun politik di tanah air kita. Cercaan dan makian, seolah suatu aksi yang biasa, baik, dan benar. Orang tidak lagi merasa sungkan atau takut, bahkan dengan membusung dada dan merasa dirinya hebat.
Sesungguhnya, apa yang sirna dari fenomena mengenaskan dada batin ini? Bagaimana kualitas hati seorang anak manusia, jika dia ternyata justru dengan berani dan berbangga melakukan hal itu?
Kerakusan dan kesombongan, serta sikap sok kuasa telah mampu menyeret hati manusia untuk bersikap dan bertindak biadab. Hal ini, menyangkut isi serta kualitas hati. Hati sang manusia yang telah dirasuki sang iblis laknat.
Mari, kita menata kembali suara hati kita. Merawat serta memeliharanya, agar tetap jernih dan bersih.
Kediri, 19 Juli 2023

