Kisah perjalanan dua murid yang pergi ke Emaus itu menggambarkan keindahan perjumpaan dengan Kristus yang telah bangkit dengan cara yang tidak terduga.
Semula dua murid yang diliputi kesedihan dan kebingungan itu untuk melakukan perjalanan menjauh dari Yerusalem.
Saat mereka berjalan, ada seorang asing bergabung dengan mereka, lalu menjelaskan Kitab Suci dan mengungkapkan bagaimana penderitaan Mesias menuju kepada kemuliaan.
Mereka tidak mengenalinya, tapi hati mereka dipenuhi dengan harapan baru. Saat pemecahan roti, mata mereka terbuka, dan menyadari, bahwa orang asing itu adalah Yesus.
Pada saat itu, sukacita menggantikan keputusasaan, dan mereka bergegas kembali untuk membagikan Kabar Baik.
Kisah ini mengingatkan kita, bahwa Kristus berjalan bersama kita, bahkan ketika kita tidak mengenali kehadiran-Nya. Bahkan ketika diliputi keraguan atau kesedihan, Yesus ada di sana. Dia berbicara kepada hati kita melalui Kitab Suci dan menyatakan diri-Nya dalam Ekaristi dan momen-momen sederhana dalam hidup.
Perjalanan ke Emaus itu mengingatkan kita untuk mencari Kristus dalam momen-momen biasa dan tetap terbuka terhadap kehadiran-Nya. Dengan melakukan itu, kita dapat mengalami sukacita dan harapan kebangkitan, seperti yang dialami para murid. Ketika mereka mengenali Yesus dan kembali ke Yerusalem untuk membagikan Kabar Baik.
Rm. Petrus Santoso SCJ

