“Challenge yourself spend the next 24 hours without complaint or critisim or speaking of the past.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Mengeluh itu wajar, bila satu atau dua kali. Tapi, kalau sudah jadi kebiasaan dan dosisnya bertambah setiap harinya itu bahaya! Bakal jadi penyakit kronis yang akan menggerogoti kebahagiaan.
Ada istri yang mengeluh, karena penghasilan suaminya kurang, mau menang sendiri, tidak bertanggung jawab… Ada juga suami yang mengeluhkan istrinya yang ngomel sepanjang hari. Keluarga yang mengeluh tentang anak-anaknya yang susah diatur, tidak sepitar dan senurut anak tetanga. Juga ada anak yang mengeluhkan orangtua yang otoriter dan kolot. Ada juga yang mengeluh tentang pekerjaan yang menumpuk, teman sekantor yang tukang iri, atau mengeluh karena jomblo, Bahkan tidak sedikit orang kaya yang mengeluhkan keuangannya. Stop komplain!
Mengeluh itu tidak menyelesaikan masalah. Banyak komplain itu hidup jauh dari rasa bahagia dan terjamin. Coba terapkan tiga langkah jitu untuk kurangi komplain.
Pertama: Lihatlah orang yang di bawah, bukan membandingkan dengan yang di atas. Tidak akan pernah puas, jika hidup selalu membandingkan, apalagi dengan yang di atas. Lihatlah orang sederhana di sekitar kita. Mereka bisa tersenyum bahagia, tulus berbagi, dan ceria menjalani hidup, meski ekonomi jauh di bawah kita. Nasib kita lebih beruntung dari mereka. Jadi tidak ada gunanya mengeluh
Kedua: sadarlah akan apa yang kita ucapkan. Berhenti sejenak, tarik nafas lalu hembuskan perlahan, bila mulai komplain. Ingat hidup itu selalu penuh ujian, mengeluh hanya akan membuat kita lemah. Setiap ujian itu tidak untuk dihindari, tapi dihadapi. Paus Fransiskus memberi dua cara agar tak berbicara negatif tentang orang lain dan diri ini. ‘Stop and pray for them’ – berhenti dan berdoalah untuk mereka. Jika perlu gigitlah lidah ini untuk kendalikan mulut.
Ketiga: Ada banyak alasan untuk bersyukur dalam hidup ini. Sekecil dan sesederhana apa pun kondisi hidup itu harus disyukuri. Karena hati yang selalu bersyukur itu membuka lebar pintu rezeki, berkat, dan anugerah Allah.
Mudah bersykur adalah sumber hidup bahagia.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

