| Red-Joss.com | “Saya tidak pernah menolak Kristus. Bahkan saya menyukai Kristus,” pengakuan Mahatma Gandhi dalam suatu wawancara itu sungguh menggelitik hati ini.
Gandhi, kendati sering mengutip ajaran Kristus, tapi tidak membuat ia meninggalkan agamanya untuk
menjadi pengikut Kristus.
Saya lalu teringat pula seorang tokoh yang dianggap bodoh dan ‘Plonga-Plongo’, tapi cara kerjanya luar biasa, bahkan menginspirasi dunia.
Sesungguhnya yang membuat saya malu semalunya adalah, meski sebagai pengikut Kristus, tapi saya belum sanggup meneladani-Nya. Jika saya dibandingkan dengan kedua tokoh tersebut, bagai bumi dan langit.
Berbeda dengan mereka. Gandhi dikenal dengan ajaran Ahimsa (melawan tanpa kekerasan) untuk memimpin rakyat India lepas dari belenggu penjajahan Inggris. Sedang si Plonga Plongo itu, meski dibanjiri hujan fitnahan dari kerak neraka, tapi tidak bergeming untuk mengadakan pembelaan, melawan, atau membalasnya.
Senyum kebersahajaan si Plonga Plongo itu sungguh membuat saya malu hati. Mengapa ia dimusuhi dan dibenci? Mengapa pula ia tidak membela diri dan membalasnya?
Jujur, semula saya menganggapnya sebagai penakut. Ternyata dengan sikap diamnya itu ia mengalahkan dirinya sendiri! Ia telah selesai dengan dirinya sendiri.
Bagaimana tidak. Sikap diamnya itu juga membuat musuh-musuh dan pembencinya makin kalang kabut, penasaran, dan emosi. Ia tetap fokus bekerja dan berkarya untuk mempermalukan kaum pembenci itu.
Ia mengalahkan orang lain dengan semangat kerendahan hati! Dengan mengasihi, mengampuni, dan mendoakan itu kita belajar hidup ikhlas.
Sesungguhnya yang membuat jiwa ini mudah terluka, ketika kita lebih mengedepankan ego. Nafsu untuk melawan, berontak, dan membalas
ketimbang kita mengalah, karena mengasihi.
Kristus menjadi sumber inspirasi, ketika IA mendoakan orang yang menganiaya dan menyalibkan-Nya!
Kebencian itu sumbernya dari iri hati, dan mereka wajib dikasihi dan didoakan.
Semoga kita mau belajar dari hati Kudus Yesus Kristus.
…
Mas Redjo

