| Red-Joss.com | Jaga kedua mata kita, karena sering bertindak liar. Banyak hasrat dan keinginan itu bersumber dari mata.
“Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu.”
Pesan Injil ini sangat mengena dan jelas, karena yang disampaikan itu sungguh dialami dalam kehidupan sehari-hari: dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Betapa tidak mudahnya kita mengendalikan kedua mata ini!
Mata itu pelita tubuh yang amat penting. Berdasarkan dari yang dilihat, kita mudah tergoda untuk melakukan sesuatu, dan dosa itu datang dengan segera.
Dari yang dilihat oleh mata, kita memiliki kesan dan penilaian tertentu, lalu dipertimbangkan dan menjatuhkan pilihan.
Contohnya:
- Dosa pornografi. Ini sudah masuk di semua kalangan. Bicara hal ini selalu tabu, tapi dosa ini banyak dialami oleh kita semua. Selain dibutuhkan pendidikan seksualitas sejak dini, dibutuhkan pula pendampingan selanjutnya sejak remaja hingga masa berikutnya. Sebab, banyak penyimpangan seksualitas terjadi, karena minim pengetahuan. Sehingga banyak orang belajar sendiri. Yang sering terjadi, dari yang dilihat dan didapat itu berbeda dengan yang dilakukan. Karena kedua mata kita mempunyai peran dan banyak terlibat. Bagaimana dengan kedua mata kita, liarkah?
- Belanja – ‘shopping’. Uang di dompet atau rekening bank sudah menipis. Tapi kita mudah lapar mata tergoda oleh suatu barang atau makanan, ketika jalan-jalan di pasar, mall, dan swalayan. Sehingga, karena tidak tahan godaan, kita lalu menggesek ATM.
- Melihat dan menilai seseorang itu juga dipengaruhi oleh banyak cara kita melihat. Kadang jadi tidak objektif, karena cara pandang kita yang sangat subyektif. Sehingga, lalu timbul konflik, salah paham, dan pertengkaran.
Sebenarnya kelebihan yang dimiliki oleh mata kita adalah sejak awal bisa membedakan mana yang baik dan buruk, yang harus dipilih dan yang tidak boleh, mana yang harus kita nilai baik dan yang jelek.
Sebagai umat beriman, kita tidak hanya memiliki mata fisik (indrawi), tapi juga memiliki mata hati dan mata iman. Mata hati dimiliki dalam hati nurani, dan mata iman dimiliki oleh orang beriman. Sehingga kita diberi ‘lebih’ sebelum memberikan penilaian dan mengambil sebuah keputusan.
Dengan ‘kelebihan’ itu, kita melihat sesuatu itu baik atau tidak, layak dipilih atau tidak. Karena kita tidak cukup hanya menggunakan mata indrawi, tapi juga harus menggunakan mata hati dan mata iman, sehingga keputusan kita ‘bisa terukur’.
Jika mengikuti pesan Yesus, tuntutannya lebih lagi, di mana kita diminta untuk mengumpulkan harta surgawi. Yesus menghendaki agar kita memilih dan mengumpulkan harta surgawi.
Kita sudah melakukan hal itu, tinggal ditekuni dan dijalankan dengan disiplin: sedekah, berdoa, dan berpuasa. Juga nilai-nilai pokok dari Doa Bapa Kami. Tuntunan kongkritnya:
- Rajin datang untuk pengakuan dosa. Jangan menunggu menjelang Natal atau Paskah. Tentunya, rajin pula hadir dalam perayaan Ekaristi, supaya hidup rohani kita terasah. Lebih mantab lagi, jika kita aktif dalam kegiatan di lingkungan Gereja dan komunitas.
- Harta duniawi dapat digunakan sebagai sarana mendapatkan dan mengumpulkan harta surgawi. Misalnya, kita menggunakan uang dan harta kekayaan yang dimiliki itu untuk menolong dan melayani orang lain. Memberi dan berbagi pada orang yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel merupakan salah satu cara bagi kita mengumpulkan harta surgawi. Pesan Tuhan Yesus di Injil Matius 25, intinya, “apa yang kita lakukan untuk orang-orang tersebut, sesungguhnya kita melakukannya untuk Tuhan.” Hingga pada saatnya, Tuhan bersabda, “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan” (Matius 25:34). Betapa bahagianya, jika bisa mengumpulkan harta surgawi itu.
Mari kita jaga kedua mata ini dengan baik. Libatkan pula mata hati dan mata iman untuk mengendalikan mata indrawi kita, supaya tidak jadi ‘gelap’. Karena mata adalah pelita bagi tubuh kita. Fungsinya adalah jadi terang.
Doa kita hari ini, “Ya Yesusku, bantulah aku untuk menggunakan mata indrawi, mata hati dan mata imanku dengan baik sehingga aku mampu melihat dan mengumpulkan harta surgawi mulai saat ini.”
…
HongKong, 21 Juni 2021
Rm. Petrus Santoso SCJ
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

