Pengalaman pengasingan dan jadi tertawan itu sangat tidak menyenangkan. Hidup di tempat asing dan tidak memiliki siapa-siapa untuk merasa dekat itu memang menyedihkan. Bagi siapa pun yang ingin ‘survive’ dan bertahan, ia harus melewati semua tantangan dan kesulitan itu. Ia harus mengandalkan Tuhan yang diimaninya. Hidupnya bagai harus melewati lubang jarum merupakan sebuah kenyataan yang harus dilalui dengan kesabaran dan perjuangan.
Pengalaman jadi orang tertawan dan dalam pengasingan itu dialami oleh Daniel. Pemuda Yahudi ini dimusuhi oleh para pembenci yang ingin menghancurkannya. Tapi Sang Raja Darius yang menaruh hormat kepada Allah merupakan salah satu yang berpihak kepada Daniel. Setelah terbukti, bahwa hukuman atas Daniel untuk dibinasakan di dalam gua singa itu tidak berhasil, Daniel akhirnya dibebaskan dan pengakuan terhadap Tuhan yang adil dan benar dilakukan oleh Raja serta kerajaannya, sedangkan para penjahat dan pembenci itu dihukum mati.
Menjelang akhir tahun liturgi ini, pewartaan firman Tuhan tentang akhir zaman menggambarkan suasana yang menggemparkan dan menakutkan. Suasana ini dapat dipahami sebagai peristiwa peralihan atau transisi yang memiliki lebih banyak suasana kritis dibandingkan dengan keadaan tenang dan menyenangkan. Orang harus bekerja ekstra untuk menyiapkan segala sesuatu. Orang harus memutuskan untuk meninggalkan yang tidak perlu, dan mereka harus dipenuhi bayangan akan langkah-langkah selanjutnya yang belum tentu pasti.
Masa transisi dapat dipandang sebagai keadaan yang harus melewati lubang jarum. Dalam keadaan sulit dan harapan kecil untuk berhasil, panggilan untuk memperoleh kebebasan dan keselamatan itu terasa amat penting. Iman seseorang diuji agar makin kuat dan membuatnya mampu bertahan. Pengharapan seseorang juga jadi lebih kuat, karena janji akan pencapaian indah dan luar biasa akan jadi kenyataan. Inilah ciri khas iman Kristiani, yang bersumber dari jalan salib Yesus Kristus.
Salib Tuhan Yesus Kristus pada prinsipnya adalah tanda kemenangan. Tuhan Yesus menetapkan sebuah kehancuran dan kebinasaan yang fana dan duniawi. Tapi sekaligus Tuhan menciptakan kemenangan dan kehidupan sebagai karunia Ilahi yang tidak akan hancur atau binasa. Semua gambaran yang mengerikan dalam masa transisi itu dilukiskan dalam Injil sebagai suatu peristiwa penggenapan waktu, adalah kesempatan yang wajib dihadapi dan dilalui di dalam Tuhan kita, Yesus Kristus.
Ya, Tuhan, dalam keadaan terjepit dan sulit, semoga kami selalu menemukan-Mu. Karena Engkaulah Tuhan Penyelamat kami.
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

