Aroma dari minyak pengurapan itu memenuhi ruangan itu: harum dan wangi yang menandai harum dan wanginya hidup Yesus. Selain itu minyak yang digunakan juga harganya mahal. Hal ini berarti mau mengatakan betapa ‘mahalnya’ hidup dan pengorbanan Yesus. Saat Dia diurapi, Dia amat dikasihi. Sama seperti Dia yang amat mengasihi setiap manusia.
Dengan adanya pengurapan berarti waktu kematian-Nya sudah dekat. Terhitung, tinggal beberapa hari lagi untuk kematian-Nya. Dia siap: lahir dan batin. Tidak ada kata mundur. Dia menerima semua konsekuensi dari ketaatan-Nya kepada Bapa yang telah mengutus-Nya.
Bagi kita yang satu hari sudah masuk dalam Masa Pekan Suci ini, diajak untuk semakin aktif dan terlibat dalam perjalanan Yesus dari gerbang Kota Yerusalem sampai Dia dikuburkan. Secara fisik, pasti melelahkan, tapi dari sisi rohani, kita akan mendapatkan banyak berkat.
Selamat memasuki Masa Pekan Suci, semoga banyak terjadi perubahan dan pembaharuan hidup dalam diri kita.
Dilihat hari, tanggal dan jam perayaannya selama Tri Hari Suci, supaya kita tidak datang terlambat. Jangan sampai perayaan-perayaan yang agung ini jadi tidak bermakna hanya karena kemalasan, ketidak-hadiran kita dengan hati, dan datang terpaksa atau memenuhi kewajiban saja. Mohon, jangan seperti itu. Tempat di sekitar Gereja mungkin tidak nyaman, karena penuh dengan manusia, tapi hati kita harus ada di situ dan berdoa dengan sungguh. Inilah efek dari “CEO = Christmas Easter Only”.
Rm. Petrus Santoso SCJ

