| Red-Joss.com | Pikiran Mas Cantrik serasa gelap dan buntu. Dari Ki Demang, ia tahu dan memperoleh kepastian, bahwa Nyi Suci diantar langsung ke rumah. Tidak mampir ke rumah kakaknya. Tapi mengapa kamar Nyi Suci rapi dan seperti belum digunakan?
Mas Cantrik tidak bisa menjawab. Ia merasa ada hal yang aneh dan ganjil. Tapi soal apa?
Karena direjam rasa penasaran, Mas Cantrik mencoba mengorek informasi dari dayang yang dikenal, saat berpapasan. Bertanya sambil lalu agar tidak menimbulkan curiga. Ia tidak mau gegabah, dan salah langkah. Sehingga berakibat fatal.
Sebenarnya Mas Cantrik juga ingin ke luar dari rumah Kademangan agar ia leluasa untuk menyelidiki raibnya Nyi Suci. Jika pulang ke rumah, ia takut dicurigai sebagai pelaku penculiknya. Bahkan ia bisa dituduh bakal melarikan diri untuk sembunyi. Ia jadi serba salah.
Di saat menemui kebuntuan itu, ia ingat Guru Bijak. Bersama Guru Bijak, ia bisa berkonsultasi untuk mencari tahu dan jalan ke luarnya. Sehingga hatinya menjadi tenang. Guru Bijak piawai mententramkan hati para muridnya.
Ia lalu nongkrong di warung sambil ngopi untuk menyerap informasi dan perkembangan kejadian di Kademangan. Ia juga nongkrong di warung tuak dan berharap ada informasi penting tentang raibnya Nyi Suci.
“Mungkin penculikan itu didalangi anak Demang Sebelah, Ki Gento?” kata lelaki kurus dan brewok itu.
“Dul, jangan asal ngomong, nanti urusan jadi panjang,” teman semeja lelaki itu mengingatkan.
“Namanya curiga, Ganjik. Bisa juga itu terjadi…,” lelaki yang dipanggil Dul itu cuwek, dan tidak peduli.
“Hal itu tidak mungkin. Sejak Ki Demang merekrut pengawal yang pandai ilmu kanuragan. Apa iya, mereka membayar orang untuk menculik…?”
“Sudah, jangan dipanjangin. Kita seharusnya ikut prihatin dengan raibnya Nyi Suci,” tukas temannya yang lain mengingatkan.
“Anak Ki Gento mencintai Nyi Suci dan bermaksud melamar, tapi Ki Demang menolaknya?” pertanyaan mengusik hati Mas Cantrik.
Ia jadi tertarik dan penasaran. Ada apa Ki Demang menolak. Jika dua Kademangan itu bersatu padu tentu makin kuat dan disegani oleh daerah lain.
Kenapa Ki Demang lebih condong untuk memilihnya, ketimbang anak Ki Gento?
Padahal ia orang kebanyakan dan miskin. Bahkan ia merasa dirinya ini tidak dapat dibanggakan.
Mas Cantrik makin terusik dan ingin tahu lebih banyak tentang anak Ki Gento.
Ia ingin menyelidiki keberadaan Nyi Suci. Benarkah itu perbuatan anak Ki Gento? Atau ada pihak lain yang memancing di air keruh agar kedua Kademangan itu bentrok?
…
Mas Redjo

