| Red-Joss.com | Pagi itu di Kademangan geger. Nyi Suci raib dari kamarnya. Tanpa ada seorang dayang pun yang tahu ke mana Nyi Suci pergi.
Kamar Nyi Suci tampak rapi sekali seperti tidak digunakan sejak semalam.
Nyi Suci hilang tanpa jejak. Baik dayang maupun penjaga tidak ada yang melihat Nyi Suci ke luar dari rumah. Lalu sejak kapan Nyi Suci menghilang? Apakah mungkin ada orang yang menculiknya?
Banyak orang saling mererka-reka tanpa ada yang mampu menjawab atau memberi kepastian. Semua itu menggantung dalam tanya besar dan ketidak-pastian.
Mas Cantrik juga tidak kalah kaget, ketika Ki Demang mengabarinya, bahwa Nyi Suci raib tiada rimbanya.
Jika Nyi Suci minggat, karena keinginan sendiri itu tidak mungkin. Karena masalah pernikahan juga telah dibahas tuntas dan selesai.
Jika Nyi Suci diculik orang, hal itu tipis kemungkinannya. Bahkan juga tidak mungkin. Karena penjagaan di Kademangan cukup ketat. Nyi Suci toh dapat berteriak minta tolong. Lalu…?
Mas Cantrik makin penasaran. Ia merasa ada yang aneh. Setidaknya, jika Nyi Suci diculik berarti penculik itu kenal benar dengan situasi di Kademangan. Nyi Suci diculik lalu didandani untuk menyamar?
Makin memikirkan Nyi Suci, Mas Cantrik bertambah pusing dan hati ini terasa nyeri.
Menurutnya, keadaan semalam itu cukup aneh. Hujan sejak sore hari. Meski tidak deras, tapi membuat orang malas ke luar rumah dan mudah mengantuk.
Orang jahat melancarkan sirep, lalu menculik Nyi Suci? Tapi siapa orang mumpuni itu dan apa maksudnya? Mungkin orang itu tidak senang atau memiliki ganjalan hati dengan Ki Demang?
Jika orang jahat melancarkan ilmu sirep, bisa jadi ia tidak mempan, karena ia selalu eling lan waspada. Ia terbiasa laku prihatin dan tirakat. Sehingga ia itu tidak kena pengaruh ilmu itu.
Seandainya orang yang menculik Nyi Suci itu seteru Ki Demang. Lalu mereka mempunyai ganjelan apa? Mengapa Nyi Suci yang menjadi korban?
Bisa jadi yang menculik Nyi Suci itu orang suruhan yang mempunyai ganjelan hati atau dendam dengan Ki Demang, dan ingin menekannya. Tapi dalam hal apa?
Untuk merekrut orang pilihannya itu Ki Demang menghalalkan segala macam cara. Ia menghamburkan-hamburkan uang dan barang, asal orang itu bertekuk lutut dan berpihak padanya. Termasuk untuk menjebaknya? Ki Demang menyodorkan Nyi Suci itu padanya.
Seharusnya dengan raibnya Nyi Suci itu suatu kesempatan dan keberuntungan baginya. Ia bisa membatalkan pernikahannya dengan Nyi Suci.
Hati Mas Cantrik berontak. Ia tidak mau memancing di air keruh, dan bebas dari tanggung jawab, karena Nyi Suci hilang. Ia seorang ksatria dan pantang menjilat ludah sendiri.
Nyi Suci adalah calon istrinya, dan ia harus menemukannya kembali!
…
Mas Redjo

