| Red-Joss.com | Mas Cantrik memandang Ki Kunto. Ia jadi terharu, belum lama kenal, tapi Ki Kunto percaya padanya!
“Mengapa Ki Kunto cerita semua ini…?”
“Kau teman adik iparku,” tawa Ki Kunto melebar.
Mas Cantrik mengernyitkan kening mengamati Ki Kunto lebih teliti. Ia mencoba mengingat-ingat teman-temannya yang telah berkeluarga dan tinggal di Kademangan Ki Gento. Tapi mereka tidak bercerita!
“Maklum, jika kau tidak tahu,” kata Ki Kunto. “Tapi Dimas banyak cerita tentang Mas Cantrik …”
Mas Cantrik terperangah. Sebelum pulang ke Padepokan, Dimas ke rumah untuk menjenguknya yang sedang dipenjara tidak boleh ke luar rumah oleh Ki Demang!
Tiba-tiba ia ingat dengan orang yang membuntutinya. Tak mungkin itu Ki Kunto, karena ia lebih kekar. Mungkinkah orang itu suruhan?
“Apa Ki Kunto tahu, ada orang yang membuntutiku!”
“Tahu. Lelaki berperawakan sedang yang ikut lomba kanuragan itu?” Mas Cantrik mengiyakan. “Ya, dia memang membuntuti dan memata-mataimu.“
“Jika junjungan kita tahu, mengapa tidak ditangkap dan diinterograsi?”
“Ki Gento jauh berbeda dengan Ki Demang. Pikirannya panjang. Tidak takut diselidiki, karena ia jujur dan benar. Jadi tidak perlu menangkap mata-mata itu. Kebenaran itu tidak perlu disembunyilan atau ditutupi, karena realita. Semoga ia melihat kebenaran itu dan malu sendiri.”
Mas Cantrik diam. Ki Kunto benar. “Jika kita berlaku jujur dan benar, hidup berlimpah sukacita dan hati kita menjadi damai,” nasihat Guru Bijak itu menggedor hatinya lagi. Ki Gento arif seperti Guru.
“Beruntung Mas Cantrik mampu kendalikan hati, dan tidak terhasut omongan Ki Demang,” kata Ki Kunto sambil melemparkan pandang ke kejauhan.
“Awalnya saya ingin menyelidiki kebenaran desas desus itu. Setelah bertemu dengan Ki Gento, saya jadi malu.”
“Saya paham, Mas Cantrik. Kau ingin menjaga kehormatan dan nama baik Padepokan. Kau dimanfaatkan Ki Demang untuk memusuhi Ki Gento.”
“Mengapa Ki Demang memusuhi Ki Gento? Lalu di mana Nyi Suci itu disembunyikan?”
“Tidak tahu. Ki Gento juga tidak mau cerita hal itu,” kata Ki Kunto lirih. “Sekarang semua itu terserah pada Mas Cantrik sendiri.”
Mas Cantrik diam. Ia dimanfaatkan Ki Demang, tapi beruntung ia hati-hati. Sehingga tidak salah langkah.
Kini, apakah saya harus menemui Ki Demang dan menjelaskan, bahwa Nyi Suci tidak diculik Ki Gento, dan ia mau percaya? Di mana Nyi Suci disembunyikan oleh Ki Demang?
“Apakah Ki Kunto pernah dengar, bahwa Ki Demang punya tempat persembunyian atau rahasia?”
…
Mas Redjo

