“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Mat 6: 21).
Kita sering mendengar ayat ini, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” atau bahkan ayat ini merupakan kesukaan kita.
Tuhan senantiasa mengingatkan kita dengan harta sejati yang sesungguhnya, yaitu hubungan kita dengan-Nya. Tuhan mengajak kita untuk masuk dalam keheningan hati ini, untuk melihat dan bertanya: “Apa yang aku cari dalam hidup ini? Apakah aku mencari kebahagiaan sejati atau kepuasan sementara?” Tidak jarang, kita terjebak dalam keinginan untuk memiliki harta duniawi yang berlebihan, kesuksesan, dan ketenaran duniawi yang sifatnya hanya sementara.
Mari kita kembali menyadari, bahwa harta sejati yang tidak dapat dimakan oleh ngengat atau karat, dan tidak dapat diambil oleh pencuri, ialah Tuhan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa memohon rahmat-Nya untuk terus membangun relasi yang mendalam dengan Dia, agar kita memiliki kasih, pengampunan, dan kesabaran yang lahir dari ketulusan hati kita.
Sr. M. Enrika, P. Karm
Jumat, 20 Juni 2025
2 Kor 11: 18.21b-30 Mzm 34: 2-7 Mat 6: 19-23
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

