| Red-Joss.com | Hari yang kudus, hari yang penuh berkat. Hari yang mengingatkan kita untuk menuju jalan kekudusan.
“Blessed are the peacemakers, for they will called children of God” (Matthew 5:9).
Satu ayat itu yang saya kutip, karena cocok dengan situasi dan kondisi saat ini, di mana sedang bergolak / tidak ada damai.
Jika pada diri sendiri tidak bisa merasakan adanya kedamaian, bagaimana kita bisa melihat ada damai pada orang lain?
Jika kita setiap saat memikirkan kekurangan demi kekurangan sendiri, lalu bagaimana kita bisa melihat hal yang lebih pada orang lain?
Jika kita setiap hari menyaksikan orang saling mengejek, menghina dan memfitnah, terus apa yang bisa dibuat?
Jika kita mempunyai kecenderungan memilih dalam bersahabat, bagaimana mungkin bisa bergaul dengan semua golongan…
Sesungguhnya kita menjadi cermin, ketika kita mampu menjadi pembawa damai seperti yang dimaksud Yesus. Masyarakat kita harus ditambahkan untuk menjadi pribadi-pribadi yang membawa damai dan memberi energi positif. Mereka adalah orang-orang yang optimis, dan siap memberikan diri sebagai bentuk dari pengabdian dan pelayanan.
Sesungguhnya pada hari Raya Semua Orang Kudus ini, pribadi-pribadi yang dimaksudkan itu kita semua, karena pada nama Baptis itu melekat dengan hidup kita.
Mari kita berdoa pada orang kudus pelindung kita dan temukan nilai khusus pada mereka untuk diteladani. Coba dibuka kembali kisah hidup mereka. Diingat pula, siapa yang memberikan nama Baptis yang indah ini? Siapa yang membaptis kita sehingga kita sekarang menjadi anak-anak Allah?
Pesan khususnya hari ini, sebagai anak-anak Allah, kita harus bisa membawa damai, sehingga kita disebut sebagai yang berbahagia. Amin.
…

