Hari ini kita merayakan Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, dua pilar Gereja perdana. Petrus, nelayan yang kemudian berubah jadi Rasul, dipilih oleh Yesus untuk jadi batu yang di atasnya la mendirikan Gereja-Nya. Paulus, di sisi lain, adalah seorang penganiaya terhadap orang-orang Kristen, yang kemudian jadi pewarta yang penuh semangat, setelah dia bertemu dengan Kristus yang telah bangkit di jalan menuju Damsyik. Meskipun ada perbedaan latar belakang dan kepribadian di antara keduanya, Petrus dan Paulus berbagi misi yang sama, yakni memberitakan Kabar Baik tentang Yesus Kristus.
Dalam suratnya kepada Timotius, Paulus meyakini, bahwa Allah akan melindungi dan menyelamatkannya dari segala kejahatan. Dia juga percaya, bahwa mahkota kehidupan telah disiapkan baginya di Surga, menegaskan harapannya yang kuat pada janji Allah.
“Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil pada hari-Nya; Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya.”
Dalam Injil Matius, Yesus memberikan kepada Petrus kunci Kerajaan Surga, menegaskan peran pentingnya dalam membangun Gereja-Nya di atas iman yang kokoh.
“Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di bumi akan terikat di Surga dan yang kaulepaskan di bumi akan terlepas di Surga.”
Sama seperti Paulus yang mempertahankan imannya hingga akhir hayatnya, dan Petrus yang diberikan kunci Kerajaan Surga, kita dipanggil untuk mempertahankan iman kita dalam segala situasi, sehingga kita dapat jadi saksi yang setia dan terus-menerus membangun Kerajaan Allah di bumi. Sanggupkah kita menerima tugas dan tanggung jawab ini?
Ya Tuhan, berikanlah kami kebijaksanaan untuk membangun Kerajaan-Mu di bumi, seperti yang telah dicontohkan oleh Santo Petrus dan Paulus. Amin.”
Ziarah Batin

