Kita bersyukur, karena hari ini kita merayakan Hari Pentakosta.
Kita juga bersyukur, karena sudah menjalani Novena Roh Kudus selama 9 hari.
Kini saatnya kita menerima buah-buah Roh Kudus yang tertulis dalam Surat Paulus kepada Jemaat Galatia 5: 22-23: “Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, kemurahan hati, kesetiaan, kelembutan, pengendalian diri.”
Mungkin sebagian dari kita sudah menerima salah satu buah Roh Kudus saat Novena 9 hari atau kita menerimanya saat ini, pada saat Merayakan Hari Raya Pentakosta.
Hari Raya Pentakosta adalah hari yang sangat istimewa bagi Gereja. Perayaan ini sangat dinantikan oleh kita semua.
Bahkan 2000 tahun yang lalu, para Rasul dan Bunda Maria, sebelum menerima Pencurahan Roh Kudus, mereka tekun dalam doa. Mereka berdoa dengan hati dan pikiran yang benar-benar terbuka. Mereka memegang janji Tuhan Yesus tentang Roh Kudus yang akan diutus sebagai penolong. Mereka menuruti dan melaksanakan semua perintah bersama-sama terlebih dahulu.
Apa yang terjadi dengan para Rasul? Roh Kudus benar-benar dicurahkan kepada mereka. Mukjizat terjadi. Pada saat itu orang banyak di sekitarnya jadi kaget dan heran. Kemudian lahirlah Gereja. Sejak saat itu kesaksian Gereja mulai diberitakan, yang mengatakan, “Yesus Kristus telah bangkit! Mintalah dirimu dibaptis dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.”
Pada akhirnya, kehidupan banyak orang berubah. Makin banyak yang terlibat dan tidak takut untuk bersaksi. Itulah sebabnya, hingga saat ini, Gereja selalu memperbaharui dirinya, karena kehadiran Roh Kudus yang terus setia menemani Gereja.
Tugas kita sama seperti para Rasul dan Bunda Maria untuk tekun berdoa melalui pujian dan penyembahan dengan hati dan pikiran terbuka!
Kita juga harus mewujudkan buah-buah Roh Kudus dalam kebajikan yang nyata dan hidup yang mempunyai dampak positif terhadap pertumbuhan rohani kita dan orang lain.
Sekali lagi, selamat merayakan Hari Pentakosta.
Tuhan memberkati.
Hari Raya Pentakosta

