Selamat memasuki tahun 2026. Kita mengawali tahun baru ini dengan merayakan Santa Perawan Maria sebagai Bunda Allah. Oleh Paus Pius XI, penetapan perayaan ini merupakan penegasan terhadap martabat Maria sebagai Bunda Tuhan Yesus.
Merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah juga berarti, bahwa kita mengakui Yesus sebagai “sungguh Allah dan sungguh manusia.” Maria dipilih Allah sebagai Bunda Penebus.
Keterpilihan Maria sebagai Bunda Sang Penebus merupakan sukacita luar biasa. Injil hari ini juga memperlihatkan sukacita Maria tatkala menyaksikan antusiasme para gembala yang datang menjumpai dia, Yusuf, dan Yesus. Dalam suasana perjumpaan itu, Maria menyimpan perkara dalam hatinya, karena ia tahu, bahwa lewat Putra yang dikandungnya, keselamatan jadi nyata bagi segala bangsa. Kesediaan Maria menjalankan kehendak Allah merupakan bentuk ketaatannya dan sekaligus bukti, bahwa ia menerima dirinya sebagai bunda Sang Penebus.
Sukacita kelahiran Penebus kini merupakan milik semua orang, karena yang hadir di tengah mereka adalah Yesus Kristus, Putra Allah yang menyelamatkan. Sukacita, karena kehadiran Yesus hendaknya menumbuhkan antusiasme kita dalam berbagi sukacita melalui cara-cara terbaik, sebagaimana teladan Maria dan para gembala. Menerima Yesus dalam diri selalu berarti, bahwa kita bertanggung jawab untuk selalu berinisiatif menyebarkan nilai-nilai luhur iman kita, bahkan ketika kita harus menanggung konsekuensinya.
“Tuhan, semoga kami selalu antusias dalam membagikan sukacita kehadiran Putra-Mu kepada sesama kami. Amin.”
Ziarah Batin

